
BANDA ACEH | ACEH HERALD.com–
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Saiful Bahri yang akrab disapa Pon Yaya mengakui sejumlah butir-butir MoU Helsinki yang ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) 17 tahun silam di Filandia belum seluruhnya berjalan sesuai dengan harapan rakyat Aceh.
Karena itu, kata politisi Partai Aceh, pihaknya akan segera meminta Sekretariat DPRA untuk menginventarisir butir-butir MoU yang mana yang belum dilaksanakan, yang mana yang sedang berjalan, dan yang mana yang sudah dilaksanakan?
Hal itu dikatakan Ketua DPR Aceh, Saiful Bahri saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh, Aldin Nainggolan di ruang kerjanya, Kamis (2/6/2022).
Dikatakan, selain meminta sekretariat DPRA untuk menginventarisir capaian butir-butir MoU tersebut, Ketua DPRA, Pon Yaya mengatakan pihaknya juga akan menyurati Gubernur Aceh apa-apa saja yang telah dikerjakan sesuai dengan butir-butir MoU Helsinki yang ditandatangani RI-GAM 17 tahun silam.
Dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu, Saiful Bahri yang didampingi Juru Bicara Partai Aceh, Nurzahri dan Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat juga mengatakan bahwa tidak berjalan butir-butir dalam MoU tersebut akibat dari kurang kompaknya antara para pihak di Aceh, di antara DPRA dan birokrasi, dan juga masyarakat.
Ini juga menjadi penyebab pelaksanaan pembangunan yang diberi ruang dalam MoU Helsinki juga sampai saat ini banyak belum berjalan sepenuhnya.
Padahal, kata mantan anggota Komisi I DPRA, MoU yang diteken 17 tahun silam di Helsinki, Finlandia, antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah memberikan banyak kemudahan dalam menggerakkan pembangunan di Tanah Rencong.
Sementara itu, Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam itu, Ketua SMSI Aceh Aldin Nainggolan mengatakan lembaga yang dipimpinnya siap untuk berkolaborasi dengan DPRA guna mendukung upaya percepatan pembangunan di Aceh. “SMSI Aceh siap berkolaborasi untuk kemajuan Aceh ke depan,” ujar Aldin.
Dalam pertemuan itu, Aldin mengatakan SMSI di Aceh beranggotakan 38 perusahaan pers online, yang dikelola secara profesional oleh para pengusaha media yang merupakan wartawan-wartawan andalan di media tempat mereka bekerja sebelumnya.
Saat ini, secara organisasi, ada sekitar 2000 perusahaan pers online yang tersebar di seluruh Indonesia, dan merupakan satu-satunya jaringan perusahaan pers terbesar di Tanah Air.
Pada pertemuan itu, pihak SMSI yang hadir yaitu Aldin Nainggolan, HT Anwar, M Nasir Yusuf, Azhari Bahrul, Syarbaini Oesman, Iranda Novandi, Sulaiman, Saifuddin, Khairul, dan beberapa pengurus lainnya.
Penulis M Nasir Yusuf



















