Yunasri Pertanyakan Data 120 Orang Aceh Tengah Positif

TAKENGON | ACEH HERALD
PASCA perayaan hari raya idul fitri 1442 H, yang sudah menjelang hari ke 9, Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Aceh Tengah merilis data bahwa terjadi peningkatan 21 orang pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid 19.
Hal tersebut disampaikan oleh jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Aceh Tengah, dr Yunasri M.Kes kepada Aceh Herald, Jum’at, (21/05/21).
Berdasarkan keterangan dr Yunasri, dari 70 sampel yang diambil per tanggal 13 sampai dengan 21 Mei, yang sudah keluar hasilnya sebanyak 35 sampel, dimana dinyatakan dari 35 orang tersebut 33 orang dinyatakan positif terkonfirmasi. “Kita sudah lakukan penilitian, pendataan serta tracking semenjak 13 Mei, dan kita ambil sampel terhadap 70 orang yang kita curigai terkonfirmasi, setelah sampel kita kirim, hari ini keluar hasil untuk 35 sampel, dimana hasilnya 33 orang dinyatakan positif terkonfirmasi, sedangkan sisanya 2 orang negatif,” jelas Yunasri.
Sedangkan untuk 35 sampel sisanya, lanjut Wadir RSUD Datu Beru ini, akan diterima pihaknya besok.
Terkait adanya data yang dirilis oleh salah satu media di Aceh, yang menyatakan bahwa jumlah pasien terkonfirmasi di Aceh Tengah melonjak tinggi pasca lebaran, bahkan dalam rilis berita tersebut dikatakan jumlah lonjakan pasien positif covid 19 di Aceh Tengah pasca lebaran mencalai 120 orang, dr Yunasri membantah keras tentang data tersebut. “Itu sangat tidak benar, kita sangat dirugikan dengan adanya pemberitaan yang menyatakan jumlah lonjakan pasien terkonfirmasi covid di Takengon mencapai 120 orang, lah sampel yang kita ambil saja cuma 70, dan hasil yang keluar baru 35, dari mana datangnya angka 120 orang yang positif,” ujar Yunasri.
Kepada Aceh Herald, Yunasri mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penelusuran terkait dari mana sumber data yang digunakan oleh media tersebut, sehingga muncul berita yang dianggap sangat merugikan masyarakat dataran tinggi gayo tersebut. “Kita sudah lakukan penelusuran, tentang sumber data yang digunakan oleh media yang memberitakan tersebut, saya juga sudah cross check ke Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, namun mereka membantah tentang data tersebut,” lanjut Yunasri.
Yunasri berharap, agar jangan ada pihak-pihak yang bermain-main dalam memberikan data tentang covid 19 di Aceh Tengah, karena dia mengaku bahwa mereka Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Aceh Tengah yang sudah di SK kan dalam pelaksanaan tugasnya, lebih memahami dan lebih mengerti tentang data pasien yang terkonfirmasi postif covid 19 di Aceh Tengah. “Kita yang lakukan pendataan, kita yang lakukan tracking, sudah pasti kita yang lebih tau tentang berapa jumlah masyarakat Aceh Tengah yang positif terkonfirmasi covid, jadi tolong dong, jangan main-main dengan data selain dari data yang kita rilis, kan bisa bahaya,” tutup Yunasri.(*)
Penulis : Robby




















