
JANTHO I ACEH HERALD
PENCARIAN terhadap wanita lansia Nurma (65), yang hilang tergulung arus ulee ie atau banjir bandang yang menyapu daerah aliran sungai (DAS) Krueng Pudeng Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, sekitar pukul 16.03 WIB, Sabtu (27/03/2021) kemarin, dihentikan oleh tim pencari gabungan (SAR/BPBD/TNI/Polri dan warga) sekira pukul 15.30 WIB hari ini.
Penghentian itu karena hingga kini curah hujan dalam intensitas ringan hingga sedang, masih terus mengguyur kawasan Lhoong, Aceh Besar. Selain itu debit Krueng Pudeng juga makin meninggi dan arus makin deras.
BPBD Aceh Besar menurunkan satu unit rubber boat dan 11 personil untuk menyusuri sepanjang DAS Krueng Pudeng dari hulu hingga ke muara di Gampong Pasie Kemukiman Gle Bruek Kecamatan Lhoong. Namun sejauh ini belum menemukan jasad Nurma, yang hilang sejenak banjir bandang Krueng Pudeng.

Kalak BPBD Aceh Besar, Farhan AP yang baru saja dihubungi Acehherald.com, mengakui jika pencarian itu terpaksa dihentikan. Hal itu juga sesuai dengan rekomendasi pihak SAR dalam hal ini Basarnas, selaku leading sector dalam upaya pencarian korban. “Penghentian itu lebih karena kondisi medan, akibat hujan terus mengguyur dan debit kondisi arus juga makin tinggi dan mengkhawatirkan bagi tim pencari. Dalam kondisi ini kita juga melihat potensi risiko bagi tim itu sendiri, dan keputusannya adalah menghentikan upaya pencarian sejak pukul 15.30 WIB tadi,” kata Farhan yang saat dihubungi dalam perjalanan menuju kota kecamatan Lhoong dari Gampong Pudeng.
Farhan bersama beberapaorang Kabidnya di BPBD Aceh Besar, ikut mengkoordinasikan tim pencarian gabungan, pada hari kedua pencarian terhadap Nurma.
Seperti diketahui, banjir bandang menimpa kawasan DAS Krueng Pudeng, Sabtu petang kemarin. Tiga buah gampong sepanjang DAS, yaitu Gampong Pudeng, Pasie dan Meunasah Lhok ikut terendam banjir luapan. Namun sejak tengah malam tadi, banjir itu telah menyurut. Sementara arus deras masih berlanjut di DAS Krueng Pudeng, akibat hujan terus mengguyur hingga kini.




















