Kerangka Berbalut Mukena Itu Ternyata Ayah dan Anaknya Yang Dieksekusi Pagi Hari

Dimakamkan Kembali Selasa Malam IDI – ACEH HERALD INI adalah janazah ayah dan adik kandung saya! Ucapan itu tegas dan lugas, walau dengan suara tercekat. Itulah ucapan singkat dari M. Nasir (38) warga Dusun Alue Iboh, Gampong Naleung, Kecamatan Julok, Aceh Timur. Ucapan itu dilontarkan ketika warga srta pihak polisi sedang menyusun kerangka jasad temaun … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Dimakamkan Kembali Selasa Malam

Personil Polisi sedang merekonstruksi kerangka berbalut mukena. Foto Humas Polres Aceh Timur

IDI – ACEH HERALD

INI adalah janazah ayah dan adik kandung saya! Ucapan itu tegas dan lugas, walau dengan suara tercekat. Itulah ucapan singkat dari M. Nasir (38) warga Dusun Alue Iboh, Gampong Naleung,  Kecamatan Julok, Aceh Timur.

Ucapan itu dilontarkan ketika warga srta pihak polisi sedang menyusun kerangka jasad temaun itu di pelataran Meunasah Gampong Blang Kecamatan Julok Aceh Timur. Spontan warga terhenyak, dan kemudian menyerahkan kerangka itu kepada keluarga M Nasir untuk difardhukifayahkan, tadi malam.

Menurut M Nasir, kedua jasad itu adalah ayahnya, M Yunus saat itu berusia 51 tahun, serta adiknya Mudasir yang saat itu berusia 11 tahun. Keduanya dinyatakan hilng saat konflik tahun 2003. Nasir dengan gamblang menceritakan jika ayah dan adiknya itu hilang pagi hari. Saat itu sang ayah mengantarkan adiknya ke sekolah. Ternyata keduanya tak pernah kembali lagi. Dan kini ditemukan telah menjadi kerangka di dalam tambak dengan hanya berbalut mukena.

Warga dan personil Polri serta TNI sedang engevakuasi dua jenazah dari lokasi temuan. Foto Humas Polres Aceh Timur

Dua kerangka itu ditemukan dalam keadaan  tinggal tulang belulang di sebuah  tambak milik warga di Dusun Meurandeh, Gampong Ulee Blang,  Kecamatan Julok Aceh Timur, Selasa (26/01/2021) sore.

Kapolres Aceh Timur melalui Kapolsek Julok, AKP Masri Aswara belum bisa menyimpulkan kerangka yang ditemukan warga di sebuah tambak itu merupakan korban konflik meski tim INAFIS Polres Aceh Timur telah melakukan olah TKP dan identifikasi kerangka korban sebelum pihak keluarga memakamkan kerangka tersebut, tadi malam.

Masri Aswara menyebutkan, penemuan kerangka itu bermula saat Dolisyah (40) bersama Syahrullah (40), keduanya warga Dusun Meurandeh, Gampong Ulee Blang,  Kecamatan Julok  Aceh Timur membersihkan tambak ikan  milik Elmawati (43) warga gampong setempat.

Baca Juga:  Camat Diminta Perketat Awasi Dana Gampong

Namun ketika sedang melakukan pekerjaan tersebut, tiba-tiba mereka  menemukan kerangka manusia yang masih terbungkus dengan kain mukena. Merasa kaget atas  penemuan tersebut, keduanya segera melapor kepada Afrizal (35), Sekdes Gampong Ulee Blang dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas Polsek Julok Bripka Salamuddin untuk selanjutnya disampaikan kepada Kapolsek Julok, AKP Masri Aswara.

Selanjutnya Masri Aswara  beserta anggotanya menuju ke lokasi dan memasang police line di TKP. Kemudian petugas dari Puskesmas Julok bersama personel Koramil 07/Jlk dan personel Resmob Satreskrim Polres Aceh Timur tiba di TKP.

Setelah hampir dua jam dilakukan pencarian terhadap sisa kerangka yang dibantu warga setempat, tim Resmob tersebut membawa kumpulan kerangka ke Meunasah Gampong Ulee Blang guna dibersihkan.

Seusai magrib, tim melakukan pemeriksaan dan pemotretan terhadap temuan kerangka tersebut. Setelah disusun kerangka itu terdiri dua korban yakni seorang dewasa dan satu lagi diperkirakan masih anak-anak.

Namun sekira pukul 20.15 WIB malam itu, M. Nasir (38) warga Dusun Alue Iboh, Gampong Naleung,  Kecamatan Julok yang berada di lokasi,  berkeyakinan bahwa kedua kerangka manusia yang ditemukan tersebut adalah jasad M. Yunus dan Mudasir yang tak lain adalah ayah dan adik kandungnya.

Keyakinan itu didasari  barang bukti yang ditemukan di lokasi berupa baju kemeja, celana kain, jam tangan merk tajima serta  sepasang kaos kaki.

Berdasarkan temuan itu, M Nasir mengaku dirinya percaya 80 persen bahwa barang-barang  yang melekat dan berada disisi kerangka itu adalah milik ayah dan adiknya yang hilang sejak November 2003.

Kedua kerangka yang diketahui  ayah dan anak itu dimakamkan setelah dilakukan shalat jenazah sekitar puku 20.45 WIB  di Meunasah Gampong Ulee Blang dan dimakamkan di  TPU setempat.

Baca Juga:  Polisi Buru Perampok Cilacap Berpistol hingga ke Lampung dan Palembang

 

PENULIS               : RIDWAN SUUD

Berita Terkini

Haba Nanggroe