
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
REDELONG | ACEH HERALD
PULUHAN masyarakat Kabupaten Bener Meriah yang menamakan diri Petani Kopi Menggugat (PKM), melakukan aksi damai di Gedung Kantor DPRK Bener Meriah, Selasa (15/12/2020).
Dalam aksi damai tersebut, masyarakat yang tergabung dalam Petani Kopi Menggugat, turut serta membawa peti mati untuk diserahkan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.
“Hal ini sebagai simbol keprihatinan akan matinya perhatian pemerintah terhadap nasib dan kondisi petani kopi saat ini,” ujar mereka.
Dalam orasinya, koordinator aksi, Nasri Gayo mengatakan, peti mati yang mereka bawa bukan sebagai bentuk suatu penghinaan terhadap para Anggota DPRK.
Usai berorasi, masyarakat yang tergabung dalam PKM langsung menyerahkan peti mati tersebut kepada Ketua DPRK Bener Meriah, Muhammad Saleh, yang saat itu didampingi Wakil Ketua I, Husnul Ilmi, dan Ketua Badan Legistasi, Zulham.
Berdasarkan kenyataan di lokasi, selain peti mati, masyarakat juga membawa sejumlah poster, salah satunya bertuliskan tentang keprihatinan mereka terhadap anjloknya harga kopi saat ini.
Diantara tulisan pada poster yang dibawa oleh PKM tersebut adalah, “Harga Kopi Rp 5 Ribu, Negeri Agraris Yang Ironis!!! #Qanun Kopi Harga Mati.”
“Kami berharap kepada pemerintah baik legislatif dan eksekutif, agar lebih mengedepankan nasib petani kopi dalam upaya menyusun Qanun Kopi Bener Meriah nanti, sehingga dapat mendongkrak dan mempertahankan nilai jual kopi di tingkat petani,” ujar pengunjuk rasa.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat yang tergabung dakam PKM tersebut masih berada di dalam ruang Ketua DPRK Bener Meriah, guna melakukan auduensi dengan beberapa orang anggota DPRK yang hadir pada kesempatan tersebut.(*)
PENULIS : ROBBY


















