
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
MEUREUDU | ACEH HERALD
SETELAH tahun 2019 lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya sukses menyalurkan 550 ribu ekor lebih benih ikan nila dan benih ikan mas, kini dinas tersebut kembali membagikan benih ikan kepada sejumlah kecamatan. Malah, tahun 2020 ini juga termasuk benih udang. Penyaluran dilakukan dalam dua hari terakhir. “DKP Pijay tetap memperhatikan atau peduli kepada petani tambak,” kata Kabid Perikanan Darat, Teuku Darlius SP.I kepada Aceh Herald, Jumat (27/11/2020).
Bantuan kali ini diarahkan kepada lima kecamatan. Yaitu, Bandarbaru meliputi tiga jenis ikan, benih ikan kakap, benih udang faname serta benih ikan nila. Kecamatan Ulim yaitu benih ikan nila dan benih bandeng. Kecamatan Trienggadeng hanya disalurkan benih ikan bandeng. Sedangkan Kecamatan Panteraja dan Kecamatan Jangkabuya, DKP hanya menyalurkan benih udang faname semata. Ditambahkan Darlius, bahwa total benih ikan yang disalurkan juga tidak kurang dari 400.000 ekor .
Pada penyaluran April 2019 lalu, lanjut Kabid Perikanan Darat, dua kelompok penerima bantuan. Yaitu, Kelompok Aneuek Nangroue Gampong Pulo Kecamatan Bandardua (266.786 ekor) dan Kelompok Sarah Jaya Gampong Sarahmane Kecamatan Meurahdua sebanyak 285.572 ekor. Kala itu, penyerahan berlangsung dalam sebuah upacara sederhana masing-masing di lokasi dan ikut disaksikan anggota muspika (Danramil dan Kapolsek) serta petugas dari Inspektorat setempat.
Untuk Gampong Pulo Bandardua, selain bibit juga mendapat bantuan 1.000 kg (1 ton) pakan, sementara Kelompok Sarah Jaya Gampong Sarahmane – Meurah dua, hanya mendapat bibit semata. Bantuan disalurkan Kadis DKP diwakili Kasie Penguatan Daya Saing Hasil Perikanan, Darlin al-Farisyi dan diterima masing-masing ketua kelompok ditempat terpisah. Kepada Aceh Herald, Darlin menyebutkan, total bibit ikan asal Pematang Siantar Sumatera Utara (Sumut) yang pengadaannya melalui dana APBK TA 2019 yaitu 552.358 ekor.
Bibit dimaksud dipasok oleh dua kontraktor atau rekanan. Yaitu, CV Multi Bulding Contraction (Untuk Gampong Pulo) Bandardua. Sementara untuk Gampong Sarahmane disalurkan CV Kuala Shiren dengan nilai kontrak Rp 199.750.000. Dilihat dari dari kondisi alam atau tofografi, lanjut Adlin, kedua lokasi dimaksud cocok dibudidayakan. Terlebih Sarahmane yang lokasinya tidak jauh dari kaki Bukit Barisan dengan sumber air yang lumayan bagus malah tak pernah terhenti setiap saat. Seperti pengakuan Ismail, seorang warga Sarahmane kepada Aceh Herald di lokasi. Disebutkan, wilayahnya sangat potensial sebagai lokasi budidaya ikan air tawar.
Selain dekat dengan sumber air (sungai) udaranya pun berhawa sedang. “Ikan Nila dan Ikan Mas bantuan DKP berkembang baik disini,” timpal Ismail yang akrab disapa Ismed. DKP Pijay juga berharap agar bibit ikan bantuan tahun ini juga dipelihara dengan baik sehingga di usia sekitar 3 bulan kurang sudah dapat dipanen serta membawa keberuntungan bagi kelompok. Pihaknya akan terus membantu petani khusus mereka yang membudidaya ikan air tawar. Karenanya, ratusan ribu ekor bibit termasuk bibit udang yang sudah disalurkan hendaknya menjadi percontohan bagi warga lainnya di Pijay.(*)
PENULIS : ABDULLAH GANI




















