Gua Jepang Jadi Ikon Wisata Sejarah

  LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Gua Jepang di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe ditetapkan sebagai lokasi wisata sejarah dan pendidikan. Lokasinya yang berada di atas bukit menjadikan tempat itu sangat strategis dan bisa melihat laut dan kota Lhokseumawe. Informasi yang diperoleh Acehherald.com, menyebutkan Dinas Pendidikan Lhokseumawe melalui Bidang Kebudayaan Lhokseumawe telah menetapkan Gua … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Salah satu obyek wisata baru, Bukit Goa Jepang  di Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Foto Ist

 

LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Gua Jepang di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe ditetapkan sebagai lokasi wisata sejarah dan pendidikan. Lokasinya yang berada di atas bukit menjadikan tempat itu sangat strategis dan bisa melihat laut dan kota Lhokseumawe.
Informasi yang diperoleh Acehherald.com, menyebutkan Dinas Pendidikan Lhokseumawe melalui Bidang Kebudayaan Lhokseumawe telah menetapkan Gua Jepang sebagai lokasi wisata pendidikan dan sejarah. Maklumat sudah dipasang di tempat itu supaya pengunjung menjaga nilai-nilai Syariat Islam.
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lhokseumawe, Rasyidin ST membenarkan bahwa Gua Jepang jadi tempat wisata pendidikan dan sejarah. Untuk mendukung hal ini, maka pihaknya menetapkan aturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung. Menjaga sikap, sopan, bersyariat menjadi hal penting yang harus dipatuhi oleh pengunjung.
Dia menambahkan, Gua Jepang merupakan salah satu situs cagar Budaya yang harus dilindungi oleh semua pihak baik pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar situs cagar budaya tersebut.
Begitupun mengingat lokasi cagar budaya gua Jepang yang cukup luas dan SDM yang tersedia sangat terbatas maka perlu adanya dukungan semua pihak terutama masyarakat lingkungan sekitar situs. “Selama ini kita fokus pada penjagaan situs nya bukan pada wisata,” katanya.
Namun mengingat animo masyarakat yang sangat tinggi untuk mengunjungi situs peninggalan Jepang tersebut maka pihaknya selaku pengelola terus berbenah untuk mempersiapkan diri untuk pengelolaan wisata situs gua Jepang yang bebas, sopan dan bersyariah sesuai dengan slogan situs cagar budaya gua Jepang. “Kami sangat membutuhkan dukungan semua demi terciptanya pengelolaan yang lebih baik lagi,” ujar Rasyidin.

Penulis : Yuswardi/Lhokseumawe, Aceh Utara

Baca Juga:  Plt Bupati Bener Meriah Usulkan Perubahan Dapil ke Kemendagri

Berita Terkini

Haba Nanggroe