Belajar dari Pahlawan, Brimob Aceh Renungkan Makna Pengabdian Sejati

Ziarah ini bukan akhir dari perjalanan. Ia adalah awal dari kesadaran baru: bahwa di balik setiap lencana dan seragam, ada jiwa yang diwarisi semangat para kusuma bangsa.
Kunjungan Dansat dan pimpinan Brimob Polda Aceh ke Makam Pahlawan Nasional dan Aceh. Foto: Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH | ACEHHERALD.Com — Di bawah langit Banda Aceh, langkah-langkah tegap personil Brimob Polda Aceh berpadu dalam kesunyian yang khidmat. Bukan untuk berbaris dalam tugas pengamanan, melainkan dalam perjalanan spiritual ziarah mengenang jasa para pahlawan dan ulama yang menjadi penopang sejarah bangsa.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Korps Brimob Polri ke-80, Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes Pol Zuhdi Batubara, S.I.K. M.Han., memimpin rombongan untuk ziarah sekitar 30 makam pahlawan nasional dan ulama besar di berbagai wilayah Aceh, Kamis (30/10/2025).

Bersamanya turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Satbrimob, Ny. Lia Zuhdi, dan jajaran pejabat utama Satbrimob Polda Aceh.

Salah satu persinggahan yang paling bermakna adalah di Makam Laksamana Malahayati, sosok perempuan tangguh dari Tanah Rencong yang telah menulis sejarah sebagai laksamana wanita pertama di dunia.

Keberaniannya bukan hanya kisah kepahlawanan, tetapi simbol tentang bagaimana jiwa pengabdian tak mengenal batas gender.

Di sanalah para personel Brimob menundukkan kepala, seolah menyimak pesan abadi bahwa pengorbanan dan keberanian selalu lahir dari cinta kepada negeri.

Ziarah ini tidak berhenti pada satu nama. Dari Sultan Iskandar Muda yang mempersatukan Aceh dalam kejayaan, Sultan Malikussaleh yang menanam benih peradaban Islam di pesisir utara, hingga Syiah Kuala yang menorehkan warisan ilmu dan keteladanan setiap makam menjadi cermin perjuangan yang menuntun generasi kini untuk tidak melupakan akar sejarahnya.

Bagi Kombes Pol Zuhdi Batubara, perjalanan ziarah ini bukan sekadar tradisi peringatan, melainkan momentum perenungan.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang hari ini dijaga dengan senjata, dulu ditegakkan dengan darah dan doa.

“Kami tidak ingin hanya mengingat para pahlawan di batu nisan. Kami ingin menghidupkan nilai-nilai perjuangan mereka dalam tugas sehari-hari. Bagi Brimob, menghargai jasa pahlawan berarti berbuat baik kepada masyarakat, menjadi pelindung yang menentramkan, bukan yang menakutkan,” ucapnya

Baca Juga:  Bukan Hanya Bunuh Sopir Taksi Online di Depok, Bripda HS Anggota Densus 88 Juga Terlibat Penipuan Sampai Judi Online

Ia menegaskan, semangat patriotisme bukan hanya soal keberanian di medan tugas, tetapi juga kesetiaan menjaga harmoni, mengayomi rakyat, dan berbuat tulus tanpa pamrih.

“Ziarah ini mengingatkan kita, bahwa kekuatan sejati Brimob bukan pada senjata yang kita genggam, melainkan pada hati yang tetap setia melayani,” tambahnya.

Melalui langkah reflektif ini, semangat juang para pahlawan seakan hidup kembali dalam setiap langkah prajurit Brimob. Di tengah perubahan zaman dan tantangan yang kian kompleks, ziarah ini menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tumbuh dari akar yang dalam dari cinta kepada tanah air, dari hormat kepada sejarah, dan dari keyakinan bahwa setiap tugas, sekecil apa pun, adalah bagian dari perjuangan yang belum selesai.

Ziarah ini bukan akhir dari perjalanan. Ia adalah awal dari kesadaran baru: bahwa di balik setiap lencana dan seragam, ada jiwa yang diwarisi semangat para kusuma bangsa.

Laporan: Andika Ichsan

Kata Kunci (Tags):
Brimob Polda Aceh, HUT Korps Brimob Polri ke-80, 30 makam pahlawan nasional, ziarahi ulama besar,

Berita Terkini

Haba Nanggroe