
BANDA ACEH | ACEH HERALD –
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin SE MSi.Ak mengajak para pelaku pariwisata Tanah Air, terutama yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) untuk mendukung promosi dan sekaligus menjual paket-paket wisata Tanah Rencong ke daerah masing-masing dan manca negara.
menurut Jamaluddin, keikutsertaan ASPPI se Indonesia dinilai sangat penting bagi upaya pemulihan pariwisata pasca pendemi Covid-19.
“Pemerintah Aceh akan sangat mendukung bagi kemajuan pariwisata Tanah Rencong sebagai salah satu bagian dari usaha pengembangan pariwisata Indonesia,” kata Jamaluddin saat menerima para pengurus ASPPI se Indonesia yang dipimpin Ketua DPP ASPPI, Safor Mardianto, Ahad (21/3/2021) malam di Hotel Rasa Mala, Banda Aceh.
Menurut Jamaluddin, kepedulian Pemerintah Aceh ini untuk pemulihak sektor pariwisata sangat besar, selain melakukan peluncuran Calendar of Event (CoE) Pariwisata yang dilakukan Gubernur Aceh, Ir Nova iriansyah MT, Senin (22/3/2021) di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Pemerintah Aceh juga terus melakukan berbagai pembenahan obyek di sejumlah destinasi wisata yang tersebar di 23 kabupaten/kota.
Namun diakui, akibat pandemi Covid-19, selama lebih setahun terakhir, denyut aktivitas pariwisata di Tanah Rencong agak tersendat. Akupasi hotel agak berkurang, jumlah penumpang transportasi darat, laut, dan udara juga mengalami hal yang sama.
Jumlah obyek wisata yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan wisatawan manca negara, juga ikut tersendat.
Karena itu, dengan adanya Aceh Travel Mart (ATM) 2.0 dan peluncuran Calendar of Event 2021 yang dilakukan Gubernur Aceh, Ir H Nova iriansyah ini, kita berharap kelesuan di sektor pariwisata di Tanah Rencong bisa segera pulih.
Karena itu, sekali lagi, kami sangat berharap kepada pengurus DPP ASPPI, pengurus DPD ASPPI se Indoneisa, dan para buyer dan seller se Tanah Air yang telah berpartispasi pada Aceh Travel Mart ini untuk ikut mendorong pemulihan usaha pariwisata Aceh pasca pandemi Covid-19 ini.
Penulis : M Nasir Yusuf



















