LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com –
Rektor Universitas Malikussaleh Prof Dr Herman Fithra Asean Eng mengingatkan civitas akademika untuk menjaga adab sebab ia berada diatas ilmu.
Pesan pengingat ini disampaikan didepan para dosen saat pengukuhan tiga guru besar, Senin (11/7/2023) di Aula Cut Meutia, Bukit Indah, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
Tiga guru besar dan menyandang gelar Profesor masing-masing Prof Dr Suadi MSi, Prof Dr Nirzalin MSi, dan Prof Dr Saifuddin MSi. Ketiganya ditetapkan menjadi Guru Besar Sosiologi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).
Dalam Surat Keputusan yang dibacakan oleh Prof Sayuti, Memdikbudristek menetapkan Prof Suadi sebagai guru besar pada 1 Desember 2022, Prof Dr Nirzalin melalui Keputusan Nomor 24586/M/07/2023 dan Prof Dr Saifuddin ditetapkan menjadi guru besar dalam Keputusan Mendikbudristek Nomor 25463/M/07/2023.
Sebagaimana dikutip Unimalnews,
pengalungan tanda kehormatan ketiga guru besar baru di Unimal dilakukan oleh Prof Dr Jamaluddin.
Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng mengatakan, kehadiran tiga guru besar baru ini diharapkan dapat menjadi spirit bagi dosen lainnya untuk menjadi guru besar, terutama bagi yang telah bergelar doktor dan sedang mengurus guru besarnya.
“Karena salah satu syarat untuk mendapat unggul, di Prodinya harus ada Guru Besar, jika itu egk ada maka jangan harap untuk unggul,” katanya.
Rektor berharap, penambahan guru besar baru ini dapat membawa Universitas Malikussaleh ke level yang lebih baik dalam hal publikasi ilmiah dan capaian indikator kinerja utama (IKU).
“Penambahan dua guru besar tetap diharapkan dapat mendorong inovasi, karya tulisan ilmiah, dan produk ilmiah lainnya yang bisa mendapat rekognisi dalam masyarakat dan bisa memiliki nilai jual dengan dunia industri,” ungkap Prof Herman.
Prof Herman mengingatkan bahwa jabatan profesor itu bukan segala-galanya, karena gelar itu juga bisa dicabut kapan saja, artinya profesor itu harus diiringi dengan hal-hal yang baik untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kampus Universitas Malikussaleh.
“Menjadi profesor itu tidak semata-mata karena kemampuan yang luar biasa dari seorang dosen melakukan riset kemudian mempublikasi, tetapi yang pertama harus ada adab dan etika,” pungkasnya.
Dengan kehadiran tiga guru besar baru ini, maka saat ini Universitas Malikussaleh telah memiliki sembilang orang guru besar. Ada tujuh orang guru besar baru di Unimal yang ditetapkan oleh Mendikbudristek sejak Prof Herman menjadi Rektor pada 2018 lalu.
Saat ini dosen dengan jabatan guru besar tersebar di lima Fakultas yakni, tiga orang di Fakultas Teknik, tiga orang di Fisipol, dan masing masing satu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, dan Fakultas Pertanian.
Penulis : Yuswardi




















