ACEH BESAR | ACEHHERALD.com – Dalam Musyawarah Besar (Mubes) Keluarga Negeri Antara (KNA) 2025, Sofyan SH terpilih sebagai ketua umum KNA periode 2025-2030. Ia terpilih melalui penunjukan langsung oleh Leader Committee (LC) atas persetujuan peserta Mubes.
Dalam pidato perdananya setelah terpilih, Sofyan menyampaikan bahwa musyawarah ini adalah tempat untuk bersatu, menyampaikan pendapat, bertukar pikiran, dan menunjukkan bagaimana kita berorganisasi.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat suku Gayo di perantauan atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin Paguyuban masyarakat Gayo Keluarga Negeri Antara selama lima tahun ke depan.
Sesuai keputusan sidang, Sofyan diberi waktu sekitar satu minggu untuk menyusun struktur pengurus. “Insyaallah, kami akan susun lengkap: bidang-bidang, tugas, juga bagian-bagian yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujarnya di hadapan peserta Mubes di Instalasi Rehabilitasi Terpadu Kuta Malaka, Aceh Besar, Minggu (23/11/2025).
Sebelumnya, Ketua Panitia Mubes, Ichwanul Fitri, menjelaskan bahwa Instalasi Rehabilitasi Terpadu RSJ di Kuta Malaka merupakan wadah bagi para penyintas pasien ODGJ yang tidak diterima oleh keluarga mereka, namun di disini mereka mampu mandiri dengan bertani dan berternak.
“Kita menggelar acara mubes di lokasi ini dengan meminjam pakai bangunan indoor sekaligus melibatkan para penyintas dalam kegiatan ini, seperti band beserta penyanyinya untuk menghibur peserta mubes,” ujar Ichwan yang juga menjabat sebagai Kabag TU RSJ Banda Aceh.
Amatan awak media ini, sekitar ratusan peserta mubes hadir di acara tersebut, meski dari pagi hujan mengguyur mulai dari Kota Banda Aceh hingga ke Kuta Malaka, Aceh Besar. Namun, tidak menyurutkan tekad masyarakat Gayo yang ada di perantauan ini untuk hadir.
Kegiatan pembukaan berjalan dengan sukses dan lancar, namun sedikit alot saat LC membahas Tatib pemilihan. Dimana LC menawarkan penunjukan langsung untuk tiga kandidat ketua yang sudah bersedia maju ke tahap pemilihan. Contohnya dsri tiga kandidat itu si A ditunjuk sebagai ketua, lalu si B ditunjuk sebagai sekretaris, dan si C sebagai bendahara.
Tawaran tersebut, mendapat tentangan dari sebagian peserta mubes. Mereka berpendapat bahwa kalau cuman ditunjuk, mending di grup wa saja tunjuk nya, mengapa harus diadakan musyawarah besar.
Hal ini disampaikan Hanifah, ketika kurang sependapat dengan tawaran LC, mengenai tunjuk langsung itu.
Lalu, ada pendapat lainnya. Dimana Ama satu ini mengatakan, kalau sistemnya penunjukkan, LC dipersilakan meminta peserta mubes untuk tunjuk tangan memilih Sofyan, Ichwanul Fitri, dan Dr Harbiyah sebagai ketua umum, bukan menunjuk Sofyan sebagai ketua, Ichwan sebagai sekretaris dan Harbiyah sebagai bendahara.
Akhirnya LC pun meminta peserta mubes yang setuju penunjukkan atau melalui pemilihan. Dan kebanyakan audiens sepakat dengan tawaran LC, jadilah sidang di skor untuk melakukan penunjukkan, sehingga Sofyan SH, terpilih sebagai ketua umum.
Terakhir di pilih tim formatur untuk menetapkan atau memilih pengurus KNA periode 2025 – 2030.
Eteng-eteng Iyak
Tak seru rasanya, jika di acara musyawarah besar ini, tak ada meuramin nya alias makan siang. Dan di KNA ni ada istilah “eteng-eteng iyak” yang artinya bawa atau menenteng makanan dari rumah masing-masing untuk di bawa ke sebuah acara yang akan di makan bersama.
Makanan yang di bawa itu, merupakan makanan khas dari Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah. Sama seperti di mubes ini, ine-ine atau ibu-ibu pengurus KNA nya, membawa makanan, yakni sayur masam jing, depik, pengat bandeng, cecah terasi, sayur rebus, dan makanan nasional lainnya.
Tak hanya makanan khas Gayo, ine-ine nya juga membawa snack lepat gayo dan cemilan lainnya. Dan uniknya dari semua makanan tersebut, bahan-bahannya sengaja didatangkan dari kota dingin Takengon.




