LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.COM – Sehari menjabat Penjabat Walikota Lhokseumawe, Dr A Hanan berjibaku dengan air genangan. Dimana, hujan yang mengguyur Kota Lhokseumawe sejak Sabtu dan Minggu menyebabkan banjir yang merendam sebagian pemukiman penduduk. Ia pun ngegas turun ke lokasi dan mencari solusi.
Air merendam rumah warga terjadi di Gampong Jawa Lama, Gampong Jawa Baru, Hagu Selatan, Lancang Garam, serta beberapa desa lain dalam wilayah Kecamatan Banda Sakti tergenang. Hal yang sama terlihat di Desa Meunasah Masjid, Paya Pueunteut, Meunasah Alue, Kecamatan Muara Dua.
Luapan air juga menggenangi beberapa rumah di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, serta rumah warga di beberapa desa di Kecamatan Blang Mangat.
Pantauan Acehherald, luapan air terlihat di Jalan Banda Aceh-Medan atau persisnya di pertigaan simpang menuju Desa Meunasah Alue, Kecamatan Muara Dua. Di lokasi ini genangan air pada Hari Minggu (24/12/2023) sekira pukul 14.00 WIB mencapai ketinggian satu meter.
Akibatnya jalan negara dari arah Banda Aceh persis di depan Mapolres Lhokseumawe tidak bisa dilewati. Hanya satu jalur yang bisa digunakan serta dilewati yaitu jalur dari arah Medan.

“Belum pernah saya melihat ketinggian air di jalan negara Desa Meunasah Masjid setinggi ini,” ujar Safrizal.
Kondisi yang sama terlihat di jalan pusat Kota Lhokseumawe. Jalan masuk ke Desa Lancang Garam ditutup karena ketinggian air sudah mengkhawatirkan. Mobil dan kendaraan warga dipindah ke tempat yang lebih tinggi.
A Hanan Ngegas
Sementara itu pada hari pertama berada di Lhokseumawe, Pj Walikota Dr A Hanan langsung meluncur ke lapangan memeriksa kondisi rumah warga. Ia Bersama Sekda T Adnan, Asisten I M Maxalimina, Kadis DLH Syuib, unsur Dinsos dan PURR datang ke lokasi banjir.
Syuib menjelaskan, dalam kunjungan ke titik banjir di Muara Dua, Muara Satu, dan Blang Mangat Pj Walikota memberi arahan agar penanganan lanjutan sesuai tupoksi OPD.
Menurut Syuib, banjir kali ini karena curah hujan tinggi mengakibatkan tingginya volume air yang tidak sebanding dengan kapasitas saluran.
Resapan air berkurang karena tempat penampungan air berupa area resapan sudah menjadi pemukiman penduduk. Tentu ini akan terus dibenahi sehingga banjir bisa diminimalisir dan Syuib meminta warga menjaga kebersihan saluran dari sampah apalagi ini dalam suasana musim hujan.
Hujan Reda
Pada Minggu (24/12/2023) malam hujan mulai reda. Genangan air secara perlahan mulai surut dan jalan yang tergenang sudah bisa dilalui kembali.
Penulis : Yuswardi




