BLANGPIDIE I ACEHHERALD.com – Ir Muslim Hasan, M.Si., dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD Apkasindo) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Periode 2023-2028.
Prosesi pelantikan dilakukan Ketua Umum DPW Apkasindo Aceh, Ir Sofyan Abdullah di acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Mushalla Simpang T Dusun Kuala Surien, Desa/Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Minggu (24/12/2023) siang.
Sekretaris DPW Apkasindo Aceh, Fadhli Ali, SE. M.Si., membacakan SK DPW Apkasindo Aceh Nomor 03/Kpts/DPW-Aceh/VI/2023 tanggal 1 Mei 2023 tentang Pengesahan dan Penetapan Susunan Kepengurusan DPD Apkasindo Kabupaten Abdya Periode 2023-2028.
Ketua Muslim Hasan dibantu tujuh wakil ketua bidang, masing-masing Zulkifli Ali, Ikhwansyah TA SH, Ir Adian Nur MSi, Hasbi Is, Raden Muhtar, Bakhtiar, dan Zainal Arifin. Sekretaris, Hamdi SHi, dibantu dua Wakil Sekretaris, Azhar Burhani dan Muslim Abdya.
Bendahara, Darwis SP, dibantu dua Wakil Bendahara, Suherman Asda dan Kasman SP.
Kepengurusan Apkasindo juga dilengkapi tujuh bidang, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Zaman Akli SSos, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Keanggotaan, Karnaini SH SPN, Ketua Bidang Pendidikan dan SDM, Azwar Shut.
Selanjutnya, Ketua Bidang Kemitraaan Sarana Prasarana, Drs Martunis SKM, Ketua Bidang Peremajaan Kelapa Sawit, Zahardi, Ketua Bidang Pengembangan Usaha, M Nurdin Amin, Ketua Bidang Promosi dan Pemasaran, Ikhsan Jufri dan Ketua Bidang Usaha Koperasi dan UMKM, Arabi.
Sedangkan Pelindung adalah Bupati Abdya dan Wakil Bupati Abdya, Dewan Pembina dipercayakan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, kemudian Ir Samsul Rizal MSi, Muslizar MT, Salman Alfarisi ST.
Sementara Dewan Penasehat, Amrizal SSos, H Lukman SE, H Muslim Umar dan Ilyas Zakaria. Dewan Pakar terdiri dari, Muazam SE ST MM, Drs H Said Jailani, Rahwadi AR ST dan Wisman.
Ketua Umum DPW Apkasindo Aceh, menyampaikan selamat kepada Muslim Hasan yang sudah mendapat kepercayaan memimpin sebuah organisasi para petani kelapa sawit.
Abdya dikatakan punya potensi besar pengembangan kelapa sawit, karena letak daerah ini sangat strategis.
Sofyan Abdullah menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP Apkasindo, Dr Ir Gulat Medali Emas Manurung. “Salam dari Ketua DPP Apkasindo. Beliau mengharapkan kehadiran Apkasindo Abdya mampu mendorong petani kelapa sawit untuk lebih sejahtera,” kata Sofyan.
Kehadiran Apkasindo Abdya diharapkan mampu menyerap secara maksimal program Peremajaan Sawit Rayat (PSR) dari pemerintah yang diperuntukan kepada petani kelapa sawit.
Harapan ini, karena menurut Sofyan, realisasi bantuan pemerintah melalui program PSR di Abdya sangat-sangat minim.
“Di sinilah peran Apkasindo memberikan informasi yang jelas kepada para petani,” tambahnya.
Usai dilantik, Ketua DPD Apkasindo Abdya, menyebutkan Apkasindo merupakan wadah para petani kelapa sawit.
Organisasi ini, katanya, tempat menjalin komunikasi dan menyampaikan infomasi tentang segala hal yang terkait dengan usaha perkebunan kelapa sawit rakyat.
Wadah Apkasindo memperkuat kemitraan sehingga para petani kelapa sawit bisa menikmati hasil yang maksimal. Perkebunan kelapa sawit di Abdya dikatakan berkembang pesat selama 12 tahun terakhir.
Data yang diperoleh, luas areal kelapa sawit rakyat mencapai 20.620 ha yang terkonsentrasi di kawasan Jalan 30 mencakup wilayah Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee.
Usaha kelapa sawit rakyat melibatkan petani tidak kurang 11.800 orang dengan luas antara 2 sampai puluhan hektare per orang petani. Luas areal perkebunan kelapa sawit di Abdya bertambah dengan areal perkebunan HGU milik perusahaan swasta yang mencapai sekitar 13.000 ha, yaitu milik HGU PT Dua Perkasa Lestari dan HGU PT Watu Gede.
Sebelum purna tugas dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Muslim Hasan pernah menduduki jabatan eselon II di sejumlah jabatan Pemkab Abdya, antara lain Kadis Perkebunan dan Kehutanan serta Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan setempat.
Acara ini, selain dihadiri Pj Bupati Abdya, H Darmansah, S.Pd. MM., bersama Forkopimkab setempat, juga Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, drh Nasruddin, Direktut PT Dua Perkasa Lestari, H Said Syamsul Bahri, Koordinator Wilayah Barat Selatan KADIN Aceh, H Syamsidik Ibrahim, Anggota Muspika Kuala Batee, sejumlah pemilik kebun sawit, mewakili PKS PT Moen Jambee, mewakili PKS PT Samira Makmur Sejahtera (SMS), serta Keuchik Gampong Lama Tuha, Abdullah BD bersama aparatur desa setempat.
Kenduri Maulid
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Zaman Akli, S.Sos., melaporkan acara kenduri ini digelar sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT kepada petani kelapa sawit daerah itu. Karenanya, kegiatan kanduri seperti itu akan digelar setiap tahun.
Acara syukuran perdana tahun ini, kata mantan Ketua DPRK Abdya, Zaman Akli itu terlaksana dari sumbangan para petani sawit, pengusaha perkebunan kelapa sawit dan pengusaha PKS setempat.
Senada itu, Keuchik Gampong Lama Tuha, sebagai lokasi acara dalam sambutannya menyambut baik kegiatan yang dilasanakan kanduri maulid dan menyerahan santunan anak yatim.
Diharapkan, terus berlanjut dan jumlah anak yatim yang disantuni lebih banyak, bukan saja dari Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, melainkan anak yatim dari desa lain dalam wilayah Kecamatan Babahrot.
Keuchik Abdullah mengimbau kepada petani kepala sawit kawasan itu agar menjaga ketertiban dan keamanan serta adat istiadat setempat.
Terutama, setiap pekerja kebun yang dibawa masuk dari luar daerah agar melapor kepada aparatur gampong setempat. Ketentuan dikatakan penting mendapat perhatian dalam upaya mencegah perbuatan atau tindakan yang melanggar hukum Agama.
Zakat Sawit
Diujung acara tampil Tgk Zakia menyampaikan ceramah maulid dengan tema kewajiban membayar zakat. Kepada para petani kelapa sawit setempat yang sudah merasakan rahmat dari hasil betani kelapa sawit diminta agar senantiasa membayar zakat.
Meskipun zakat sawit dikatakan tidak diatur dalam Al-Quran, tapi ulama sudah mengkiaskan hasil sawit masuk dalam zakat harta yang wajib dikeluarkan kepada mereka yang berhak menerimanya.
“Caranya, petani kelapa sawit mencari seseorang yang dipercaya untuk membagikan zakat hasil sawit kepada mereka yang berhak,” kata Tgk Zakia, mubalig setempat.
Penulis: Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)





















