Malik Musa: Dana Otsus Harus Bikin Rakyat Mandiri

Malik Musa menegaskan Dana Otsus harus dijaga sebagai instrumen pembangunan di sektor vital, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga kelautan.
Ketua PW Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa. Foto: Dokumen Pribadi

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH | ACEHHERALD.Com – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Malik Musa, SH. M.Hum., menyampaikan apresiasi atas perjuangan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI asal Aceh yang berhasil mendorong revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) hingga masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Ia menilai langkah tersebut menjadi pintu harapan baru bagi keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang akan berakhir pada 2027.

“Alhamdulillah, kita bangga karena Forbes kompak memperjuangkan revisi UUPA. Ini wujud nyata kepedulian mereka terhadap keberlangsungan Dana Otsus yang sangat vital bagi rakyat Aceh,” ujarnya dalam wawancara dengan awak media.

Meski demikian, Malik Musa menegaskan bahwa pola pengelolaan Dana Otsus ke depan harus diubah. Menurutnya, dana tersebut tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik, melainkan harus diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat, terutama petani dan nelayan.

“Dana Otsus harus mampu melahirkan kemandirian. Pemberdayaan rakyat kecil jauh lebih penting ketimbang sekadar bangunan. Kalau masyarakat sudah mandiri, mereka bisa menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang S1 bahkan S2,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan agar program pemberdayaan masyarakat dengan Dana Otsus didahului oleh pelatihan intensif. “Masyarakat harus dipersiapkan dulu. Pelatihan wajib diberikan agar dana benar-benar dipakai untuk mengubah pola hidup dan meningkatkan penghasilan keluarga,” katanya.

Lebih lanjut, Malik Musa menegaskan Dana Otsus harus dijaga sebagai instrumen pembangunan di sektor vital, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga kelautan.

“Tanpa Dana Otsus, banyak program pembangunan Aceh akan terhambat. Maka, menjaga keberlanjutannya adalah keharusan bersama,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan terima kasih kepada Ketua Forbes DPR RI asal Aceh, T.A. Khalid, serta seluruh anggota Forbes yang dinilai telah memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Baca Juga:  Tinjau Pos Pengamanan Lebaran 2024, Pj Bupati Iswanto Minta Pemudik Berhati-Hati Berkendara

“Kami atas nama Muhammadiyah Aceh mengucapkan terima kasih kepada T.A. Khalid dan semua anggota DPR RI asal Aceh yang sudah bekerja keras. Ini adalah perjuangan kolektif untuk masa depan Aceh,” ungkapnya.

Malik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal keberlanjutan Dana Otsus. “Perjuangan ini tidak bisa hanya diserahkan pada DPR RI atau DPRA semata. Ini harus menjadi gerakan kolektif semua pihak agar Dana Otsus tetap berlanjut dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya.

Laporan: Andika Ichsan

Kata Kunci (Tags):
ketua pimpinan wilayah muhammadiyah, pwm aceh, malik musa, dana otsus, forbes dpr ri asal aceh,

Berita Terkini

Haba Nanggroe