Healing Tipis-tipis Ala BI Aceh Menggandeng Awak Media Menjejakkan Kaki di Sabang

Aktivitas lain yang bisa dilakukan selain snorkeling, diving, dan mengunjungi makam Cut Nyak Rubiah, ada banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di Pulau Rubiah, seperti bersantai di pantai sambil menikmati hidangan laut segar di warung yang ada di sekitar pantai.
Seorang pengunjung mendokumentasikan ayunan di Pantai Sunset Beach Resort, Sabang, Pulau Weh. Foto dokumentasi Acehherald.com

Iklan Baris

Lensa Warga

SETELAH berkutat di hari pertama mendapatkan pengetahuan tentang AI dari pagi hingga sore hari nya. Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh, mengajak awak media jalan-jalan alias healing ke objek wisata di Sabang, Pulau Weh, di hari kedua keberadaan jurnalis di pulau tersebut.

Seru, hanya kata itu yang terucap, selain tentunya indah, dari mulut peserta pelatihan di Forum Komunikasi Jurnalis 2025 di Mata Ie Resort Pulau Weh.

Awalnya perjalanan melihat pemandangan bawah laut, seperti ikan, terumbu karang, bintang laut, tripang, dan lainnya dari dekat di Pulau Rubiah. Tak hanya melihat keindahan bawah laut dengan ratusan jenis ikan aneka warna, dan biota laut yang berada di Pulau Rubiah, juga ada makam Cut Nyak Rubiah.

Destinasi sejarah, religi, dan pemandangan bawah laut ini, menjadikan Pulau Rubiah dikenal karena menyimpan sejarah penting sebagai tempat transit calon jemaah haji Indonesia pada masa lalu.

Jauh sebelum adanya pesawat terbang, perjalanan haji dilakukan melalui jalur laut yang memakan waktu berbulan-bulan. Pulau Rubiah menjadi titik penting bagi calon jemaah haji yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Pada masa penjajahan Belanda dan setelah kemerdekaan, Pulau Rubiah menjadi lokasi asrama haji. Calon jemaah haji dari berbagai daerah di Indonesia, terutama yang berasal dari Sumatera, transit di pulau tersebut, sambil menunggu calon jemaah haji asal Aceh, menaiki kapal dan setelahnya berangkat bersama ke Tanah Suci.

Bangunan asrama haji di Pulau Rubiah menjadi saksi bisu perjalanan panjang dan penuh perjuangan para calon jemaah haji pada masa itu. Mereka harus menempuh perjalanan laut yang berat dan melelahkan untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Hingga kini, bangunan asrama haji masih berdiri kokoh di pulau setempat, meski lama tidak dipergunakan lagi. Hanya saja, tidak ada dermaga disana. Jadi diperkirakan penumpang kapal turun ke darat menggunakan kapal kecil atau sekoci.

Sejarah dan kenangan tentang Pulau Rubiah sebagai tempat transit haji masih melekat di benak masyarakat Aceh dan Indonesia. Pulau ini menjadi simbol semangat dan tekad umat Islam Indonesia untuk menunaikan ibadah haji meskipun menghadapi berbagai kesulitan.

Puluhan awak media menyeberang ke Sabang dan kembali ke Aceh Daratan menumpang Kapal Fery cepat. Foto dokumentasi Acehherald.com

Saat mengunjungi Pulau Rubiah, luangkan waktu untuk merenungkan sejarah panjang pulau ini sebagai tempat transit haji. Dapat dibayangkan bagaimana para calon jemaah haji pada masa lalu berkumpul di pulau ini, saling berbagi cerita dan pengalaman, serta mempersiapkan diri untuk perjalanan spiritual yang agung.

Baca Juga:  Kodam IM dan Acehlink Luncurkan Internet Gratis di 3 Tempat Termasuk Blang Padang

Dengan menghargai sejarah Pulau Rubiah, kita dapat lebih memahami dan menghargai perjuangan para pendahulu kita dalam menunaikan ibadah haji. Pulau ini bukan hanya sekadar destinasi wisata dengan keindahan alamnya, tetapi juga tempat yang menyimpan nilai-nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.

Destinasi Keindahan Pemandangan Bawah Laut

Tak jauh dari Pantai Iboh, terhampar Pulau Rubiah, sebuah pulau kecil yang menyimpan pesona tersendiri. Pulau ini terkenal dengan keindahan bawah lautnya yang luar biasa. Pulau Rubiah adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pecinta snorkeling, penyelam, dan siapa saja yang ingin merasakan kedamaian di tengah alam yang asri.

Sebutan lain untuk Pulau Rubiah adalah surga bagi para penggemar snorkeling dan diving. Air laut yang jernih memungkinkan wisatawan untuk melihat berbagai jenis ikan berwarna-warni, terumbu karang yang indah, dan biota laut lainnya dengan jelas.

Bagi pengunjung luar Aceh, pemandangan bawah laut di Pulau Rubiah, terbilang nomor dua tercantik setelah Laut Banda Neira, Provinsi Maluku. Padahal sebelum tsunami menghempas pantai di Sabang, keindahan bawah laut di pulau tersebut, terbilang lebih bagus dan cantik dari tempat lainnya. Namun, tsunami memporak-porandakan pemandangan bawah laut di Pulau Rubiah ini.

Seorang pengunjung dari Banda Aceh, Mia menyebutkan sangat memudahkan menuju ke lokasi keberadaan ikan-ikan cantik yang ternyata tidak jauh dari pinggir pantai, namun sensasi dan serunya bercengkraman dengan ikan, serasa pingin di ulang lagi kesana.

Ia mengakui saat snorkeling ke Pulau Rubiah, disempatkannya mendokumentasikan dirinya disalah satu spot naik sepeda motor di dasar laut. Baginya seru dan mendapat tantangan menyelam menahan nafas saat menaiki sepmor tersebut.

“Seolah ditantang apakah bisa menduduki sepmor di dasar laut yang penuh dengan ikan-ikan. Ia pun mencoba ketiga kalinya baru bisa menaiki kreta itu,” katanya.

Pelancong sedang snorkeling di Pulau Rubiah, Sabang. Foto dokumentasi untuk Acehherald.com

Ada beberapa spot snorkeling dan diving populer di sekitar Pulau Rubiah, meliputi

a. Taman Laut Rubiah:
Awal pengunjung atau wisatawan menyeberang ke Pulau Rubiah dari Iboh. Kapal wisata yang membawa pelancong akan dibawa keliling menyaksikan indahnya taman laut.

Baca Juga:  Ketua Nahyan Beraksi Lagi, 'Kawal' Bobby saat Jumpa Pers Bareng Prabowo

Wisatawan akan melihat pemandangan bawah laut yang spektakuler dengan berbagai jenis terumbu karang dan ikan. Bahkan, terumbu karang menyerupai batik tersaji indah dibawah laut dan biota laut lainnya, seperti bintang laut, tripang, dan bulu babi.

b. Spot di sekitar dermaga:
Pengunjung juga bisa langsung menikmati keindahan bawah laut dengan snorkeling di sekitar dermaga dan tidak jauh dari bibir pantai di Pulau Rubiah.

Guide yang akan memandu wisatawan juga banyak di pulau setempat, dan pengunjung sudah seharusnya memesan jasa mereka untuk menikmati keindahan pemandangan bawah laut, termasuk aneka jenis ikan-ikan, jauh sebelum ke Pulau Rubiah melalui online atau by phone.

Aktivitas lain yang bisa dilakukan selain snorkeling, diving, dan mengunjungi makam Cut Nyak Rubiah, ada banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di Pulau Rubiah, seperti bersantai di pantai sambil menikmati hidangan laut segar di warung yang ada di sekitar pantai.

Atau bermain air di tepi pantai dengan pasir yang berwarna putih. Terkadang pengunjung juga bisa menjelajahi pulau dengan berjalan kaki atau menyewa sepeda.

Pulau Rubiah merupakan tempat tujuan wisata yang sempurna bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam bawah lautnya yang masih alami dan tenang. Dengan keindahan bawah laut yang memukau, sejarah yang kaya, dan berbagai aktivitas menarik lainnya, Pulau Rubiah akan memberikan pelancong pengalaman dan kenangan liburan yang tak terlupakan.

Dipenghujung hari, karyawan dari Kehumasan BI Aceh, membawa awak media ke sudut lainnya objek wisata untuk menyaksikan matahari terbenam di sebelah timur Pulau Weh itu, yang berhadapan langsung dengan Aceh Daratan, tepatnya Kota Banda Aceh dan kawasan Aceh Besar.

Sunset Beach Resort, nama tempatnya. Pantai di pesisir Timur Pulau Weh, ini menyajikan senja tanpa penghalang, karena letaknya di tepi pantai.

Ada pondok besar yang terbuat dari bambu, disanalah pengunjung duduk sambil menikmati makanan berat atau cemilan dan minuman sambil memandangi pantai, laut, dan senja.

Sayang…sore itu, sunset tak tampak. Hujan dan awan hitam memayungi destinasi pantai dan laut disana, serta di wilayah Aceh Daratan juga. Senja seolah sembunyi di balik awan, walhasil awak media hanya memandangi pantai dan laut serta mendengarkan suara deburan ombak.

Kata Kunci (Tags):
pulau rubiah, destinasi bawah laut, snorkeling, pantai iboh, asrama haji di pulau rubiah, sunset beach resort, bi aceh,

Berita Terkini

Haba Nanggroe