SUBANG | ACEHHERALD.com – Penjabat Bupati Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Dr Imran menegasan bahwa ia masih bertempat tinggal di Bogor dan belum pindah ke Aceh. Tiket pesawat yang viral saat pendemo menggeruduk kantor bupati setempat beberapa waktu lalu adalah bodong.
Penegasan ini disampaikan Pj Walikota Lhokseumawe periode 2022-2023 saat apel gabungan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se Kabupaten Subang, Senin (3/6/2024) di alun-alun kabupaten setempat.
Secara spesifik Dr Imran kepada Acehherald menegaskan bahwa dalam apel itu ia menegaskan tidak goyang dam goyah dengan berbagai macam isu. Ia tidak tidak pernah bermasalah apalagi mencari masalah dengan orang-orang di luar Pemda bahkan di dalam Pemda.
“Yang saya lakukan adalah menegakkan aturan,” katanya.
Terkait tiket yang dibawa pendemo, ujar Dr Imran, adalah bodong.
“Syukur yang beli tiket itu kepada saya adalah tiket bodong. Kalau enggak itu bisa kita rembes. Saya juga heran yang ngutip itu tidak cek and ricek, katanya ke Aceh lalu belinya sampai Kualanamu,” katanya.
Imran menambahkan bahwa ia masih di Subang dan rumahnya masih di Bogor, belum pindah ke Aceh. Ini tolong disampaikan. Jangan hanya untuk populer justru melukai dan mempermalukan orang.
“Saya tidak pernah mempermalukan orang seperti ini. Tolong disampaikan. Ini saya tahu dan tolong disampaikan, itu juga yang keluarganya, itu juga sebagai kepala desa di Subang.”
Imran merendah dengan kalimat mohon maaf karena tidak pernah menyinggung orang selama tugas di Subang kecuali itu tugas.
“Kewajiban saya untuk melakukan monitoring dan evaluasi kepada seluruh jajaran yang ada di Kabupaten Subang,” ujar putra Lhokseumawe ini.
Sementara itu, Dr Imran terus memacu kerja di Kabupaten Subang. Ia telah menguatkan birokrasi serta telah memimpin rapat koordinasi persiapan pilkada serentak tahun 2024, menandatangani Ranperda bantuan hukum dan kegiatan lainnya.
Penulis : Yuswardi





















