BANDA ACEH | ACEHHERALD.Com – Agak lain di kegiatan Rimbawan Pulang Kampus (RPK) ke VIII, kali ini. Empat mantan dosen senior didaulat menceritakan pengalaman seru atau menyenangkan saat mengajar di tahun- tahun awal dibuka nya Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) 1986 dan 1987.
Dan Abu Bakar Cekmat yang kerap disapa ABC ini, mengungkapkan saat ospek tahun 1987 di Desa Panca, Aceh Besar, ada mahasiswa dan mahasiswi yang kerasukan sebanyak 44 orang. ABC yang dulunya dosen jurusan Ilmu Manajemen pun sempat bingung. “Ada apa ini,” akunya.
Singkat cerita, ABC mengajak peserta dan panitia untuk mendirikan salat berjamaah dan benar saja, seusai salat itu pun puluhan mahasiswa yang kerasukan sembuh dari kemasukan nya.
Dan diakuinya hampir disetiap ospek anak baru atau praktek lapangan mata kuliah ke hutan yang belum pernah dijelajahi, kerap ada insiden kerasukan.
Cerita ABC pun jadi ger ger-an peserta RPK yang hadir di Kampus Hijau STIK Pante Kulu, Tungkop, Banda Aceh, Sabtu (6/9/2025).
Sebelumnya, Ketua RA-STIK, Dr Aswita, S.Hut. M.Si., menyebutkan ada 1.445 lulusan dari sekolah ini, yang mencetak sarjana kehutanan dari daerah yang berjuluk Serambi Mekkah ini.
Kegiatan rimbawan pulang kampus alias home coming day, kali ini, dihadiri 300 san orang dan ratusan alumni kehutanan ini pun menggelar kegiatan tiga tahunan untuk bersilaturahmi sekaligus Musyawarah Besar (Mubes) untuk pemilihan kepengurusan RA-STIK periode 2025 – 2028, yang dilaksanakan pada tanggal 06 dan 07 September 2025.
Seperti diketahui yang hadir dari seluruh pengurus merupakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten atau kota yang ada di Aceh, bahkan DPD Sumatera, kepengurusan para alumni yang berdomisili di Sumatera Utara hingga Jakarta pun hadir.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Pelaksanaan RPK 8, Dino Budi Satria, menyebutkan peserta Mubes dari DPD kabupaten/kota mengirimkan mandat dua orang pengurus untuk mengikuti musyawarah dan selebihnya untuk meramaikan kegiatan RPK yang dilaksanakan tiga tahun sekali sebagai ajang silaturahmi dan tukar pikiran membahas kemajuan Kampus hijau STIK tersebut dan lingkungan serta hutan di Aceh.
Disinilah peran para alumni yang rimbawan ditantang kemampuan dan kepeduliannya agar hutan tetap lestari, dan seminimalisir mungkin upaya pembukaan areal tidak terjadi lagi serta mendukung ekosistem dan kelestarian lingkungan untuk jangka panjang.
Dan harapan besar disampaikan salah satu dosen senior kehutanan, Saodah Lubis bahwa Rimbawan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Yayasan Tengku Chik Pante Kulu Banda Aceh atau disingkat dengan RASTIK Aceh, merupakan salah satu organisasi masyarakat sipil di Aceh, berdiri sejak tahun 1993.
Makanya, RASTIK Aceh diharapkan turut berpartisipasi dalam perumusan kebijakan daerah terutama yang terkait dengan pembangunan di sektor kehutanan sebagai komitmen untuk pelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat di Aceh.
“Dengan semangat RPK ke – VIII, kita menguatkan solidaritas alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan,” ini tema rimbawan pulang Kampus untuk kali ini.




