Buka Pendaftaran Pelatihan Kerja, Pemkab Bener Meriah Atasi Kemiskinan Ekstrem

setelah mengikuti pelatihan, mereka bisa bekerja bahkan membuka lapangan pekerjaan sendiri
Peserta pelatihan Ketenagakerjaan di Bener Meriah. Foto dokumentasi untuk Acehherald.com.

Iklan Baris

Lensa Warga

REDELONG | ACEHHERALD.com – Dalam waktu dekat Pemkab Bener Meriah melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) bakalan membuka pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja yang diperuntukan bagi warga miskin serta disabilitas.

Kegiatan pelatihan kerja yang dijadwalkan dilaksanakan pada 26 September 2023 ini, merupakan salah satu upaya Pemkab Bener Meriah mengatasi kemiskinan ekstrem dengan cara membekali masyarakat agar memiliki keterampilan kerja.  

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bener Meriah, M. Junaidi Ar,  Kamis (14/09/23), mengatakan Pemkab Bener Meriah terus berupaya untuk mengatasi kemiskinan. Salah satunya, melatih warga kurang mampu maupun disabilitas aga memiliki keterampilan.  

Junaidi menambahkan masyarakat dari kategori ekonomi kurang baik, sangat membutuhkan keahlian untuk menyambung hidup sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan.

“Diharapkan setelah mengikuti pelatihan, mereka bisa bekerja bahkan membuka lapangan pekerjaan sendiri,” harapnya.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh Distransnaker Bener Meriah, memprioritaskan warga dari kalangan ekonomi menengah kebawah. “Alasannya, kalau mereka harus kursus sendiri bisa dibilang tidak memungkinkan karena terbatasnya biaya,” kata Junaidi

Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Redelong, Endang Mayuzar, S. Pd. M.Pd., menuturkan, untuk proses pendaftaran akan dilaksanakan mulai tanggal 12 hingga 18 September 2023. Untuk pendaftaran dapat menyerahkan berkas ke kantor camat melalui Kasi Sosial dan Keistimewaan Aceh di wilayah kecamatan masing-masing.

“Setelah proses pendaftaran, nanti ada proses pemeriksaan berkas dan wawancara. Jika peserta dinyatakan memenuhi syarat dan lulus, maka akan mengikuti pelatihan,” tutur Endang Mayuzar.

Dia merincikan, pelatihan kerja tersebut, terdiri dari kelas barista, menjahit pakaian dengan mesin, teknik las (las pabrikasi), teknik otomotif (servis sepeda motor), menjahit kerawang Gayo (pelatihan bordir manual), pembuatan roti dan kue, dan menjahit set bed cover.

Baca Juga:  Tinjau Venue Pacuan Kuda, Pj Gubernur Dorong Pengerjaan Siap Akhir Juli

Berita Terkini

Haba Nanggroe