Jakarta – Acehherald.com | Komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan kembali ditegaskan oleh PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) melalui penyaluran fasilitas investasi senilai Rp318,3 miliar kepada PT Toya Perdana Lhokseumawe (Aceh Water).
Pembiayaan dengan skema musyarakah mutanaqisah ini akan digunakan untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Lhokseumawe, Aceh—salah satu proyek pionir air siap minum langsung dari keran di Indonesia.
Penandatanganan kerja sama dilaksanakan pada Senin (16/6) di Ciputra World 1, Jakarta. Acara ini turut dihadiri oleh Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum, Direktur Utama PT Toya Perdana Lhokseumawe Cipta Ciputra Harun, dan Direktur PDAM Ie Beusaree Rata Kota Lhokseumawe Saifuddin.
Infrastruktur Dasar untuk Kehidupan Berkelanjutan
“Penyaluran pembiayaan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Yuli Melati. Ia menambahkan bahwa ketersediaan air bersih dan aman konsumsi adalah fondasi penting dalam menciptakan kehidupan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Toya Perdana Lhokseumawe, Cipta Ciputra Harun, menyambut baik kerja sama ini. Ia menyebut proyek tersebut sebagai solusi inovatif dan ramah lingkungan dalam pengelolaan air. “Kerja sama ini akan menjadi awal yang baik bagi kedua belah pihak dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di Lhokseumawe,” ujarnya.
Jangkau Ribuan Rumah Tangga, Kurangi Ketergantungan pada Air Tanah
Proyek SPAM Lhokseumawe dirancang untuk melayani ribuan rumah tangga di empat kecamatan, yaitu Muara Satu, Muara Dua, Blang Mangat, dan Banda Sakti. Sumber air baku berasal dari kawasan Cot Trieng, dengan instalasi lebih dari 27 kilometer pipa utama. Infrastruktur ini juga dilengkapi uji tekanan (hydrotest), pengerasan ulang jalan, serta penerapan standar keselamatan kerja.
Selain meningkatkan akses terhadap air minum berkualitas, proyek ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, yang selama ini menjadi penyebab intrusi air laut dan kerusakan ekosistem di daerah pesisir.
Dukung SDGs melalui Pembiayaan Syariah
Pembiayaan proyek ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 6 terkait akses air bersih dan sanitasi. BCA Syariah menegaskan bahwa perannya tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pembangunan nasional melalui pembiayaan syariah yang produktif, inklusif, dan bertanggung jawab.
Tentang PT Bank BCA Syariah
PT Bank BCA Syariah merupakan anak perusahaan dari PT Bank Central Asia Tbk. yang mulai beroperasi sebagai Bank Umum Syariah sejak 5 April 2010. BCA Syariah menghadirkan layanan perbankan modern yang berlandaskan prinsip syariah, dengan fokus pada pembiayaan sektor produktif dan keberlanjutan.
Hingga Maret 2025, total aset BCA Syariah mencapai Rp17,1 triliun, tumbuh 19,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp11,0 triliun dengan pertumbuhan 18% (yoy), dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp13,5 triliun, meningkat 25,9% (yoy).
BCA Syariah kini memiliki 76 jaringan cabang di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jabodetabek, Medan, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Palembang, Banda Aceh, dan lainnya.(*)




















