
BANDA ACEH │ ACEH HERALD
Satu lagi karya terbaik Joel Pasee hadir di tengah penggemarnya. Musisi papan atas Aceh ini merilis single religi terbaru berjudul “Ramadhan yang Dinanti”. Rencananya, lagu ini dirilis pada Jumat (1/5/2020) di kanal youtube Joel Pasee.
Berbeda dengan karya terdahulunya, pada tembang religi “Ramadhan yang Dinanti” ini, pria yang dikenal dengan kekentalan musik etnik Aceh tersebut merilis lagu berbahasa Indonesia. Ini dilakukan Joel Pasee karena berusaha memenuhi permintaaan penggemarnya agar menggarap lagu versi Indonesia.
Selain itu, Joel mencoba menyuguhkan lirik religi yang dimengerti semua kalangan, dengan tujuan berkesenian sembari berdakwah.
“Pada Ramadhan ini, ada hal lain yang dihadapi masyarakat. Selain menahan hawa nafsunya, umat bumi juga dihadapkan pada musibah Pandemi Corona. Semoga Ramadhan ini menjadi berkah bagi kita semua dan menjadi Ramadhan yang dinanti-nanti semua orang,” harap Joel Pasee, Kamis (30/4/2020).
Selain itu, imbuh dia, di bulan penuh berkah ini, juga diharapkan menjadi obat bagi semua agar corona segera berakhir.
Pada penggarapan single “Ramadhan yang Dinanti”, Joel Pasee melibatkan beberapa rekannya. Joel sendiri terlibat langsung dalam pembuatan lirik dan notasi dasar. Sementara rekannya, Rahmad Lelo asal Lhokseumawe, mengaransemen secara apik musik yang dinyanyikan oleh Joel Pasee itu.
Paduan musik dan lirik tersebut disempurnakan secara visual oleh Dekwan, sineas dari Anoma Film.
Kepada Aceh Herald, Joel mengaku punya alasan tersendiri mempercayakan Rahmad Lelo mengaransemen lagu tersebut. “Dia baru pulang dari Australia. Di negeri kangguru itu, Rahmat Lelo menggarap beberapa proyek dan mengampanyekan budaya serta musik Aceh,” ujarnya.
Sementara untuk video, Joel mempercayakan penggarapannya pada Dekwan karena melihat sineas muda asal Aceh Besar tersebut sangat berbakat dalam bidang visual. “Insya Allah, Rahmad dan Dekwan akan terus bersama Joel Pasee dalam melahirkan karya-karya baru mengisi khazanah musik Aceh,” ujarnya.
Joel pun berharap, karya tersebut dapat menginspirasi para musisi muda Aceh lainnya. “Nyoe untuk tapeuturi droteuh bak mata donya—ini untuk mengenalkan diri (Aceh) kita di mata dunia,” pungkas Joel Pasee.(*)
PENULIS : POPON EL AZWANI




















