
BANDA ACEH – ACEHHERALD.com
Meski Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman secara tegas telah mengumumkan bahwa tidak ada penutupan pasar pasca diberlakukan jam malam di Tanah Rencong, namun pada hari Senin banyak pengusaha baik yang berjualan di jalan-jalan utama seperti Jln Mohd Jam, Jln KH Ahmad Dahlan (Pasar Aceh) hingga ke Jalan A Hasjmy (Pango), Jln Panglima Nyak Makam (Doi), Jln Mr Muhammad Hasan dan beberapa ruas lainnya ternyata tidak membuka usaha.
Akibat banyak toko yang ‘lockdown” mandiri, telah menyebabkan jalan yang selama ini dikenal padat, dan para pemakai kendaraan mengalami kesulitan saat mencari tempat parkir, Senin (30/3/2020) terlihat lengang. Jalan Mohd Jam yang merupakan salah satu jalan terpadat di pusat pasar Aceh, kemarin terlihat nyaris kosong.
Hanya ada beberapa mobil yang terlihat parkir. Sedang mobil yang melintasi jalan pusat kota tersebut juga terlihat sangat sedikit. Beberapa pengusaha yang berjualan di jalan Mohd Jam dan KH Ahmad Dahlan yang dihubungi Acehherald.com secara terpisah mengaku dalam beberapa hari terakhir jumlah pengunjung memang terasa berkurang.
“Tapi hari ini, memang sangat kurang,” kata Nurdin sambil memasukan kembali barang-barangnya yang dipajang di kaki lima pertokoan tersebut.
Menurutnya, mereka memang tidak ada larangan berjualan pada pagi hingga petang hari. Namun, karena pembelinya kurang, mungkin mereka memilih untuk tidak membuka usahanya.
Sedangkan pengusaha warung kopi di Banda Aceh hingga Senin masih banyak yang tutup. Beberapa warung kopi di kawasan Peunayong, Jln Mr Muhammad Hasan (Batoh), Jln Makam Pahlawan (Peuniti), Jln T Iskandar (Beurawe) hanya melayani dalam bentuk bungkus.
Penulis : M Nasir Yusuf




