PEUREULAK | ACEHHERALD.com – Sejumlah kecamatan di Aceh Timur kini dilaporkan siaga banjir. Sejumlah warga di Peureulak dilaporkan mulai bungkus-bangkus pakaian dan siap-siap untuk mengungsi.
Suasana yang mencemaskan warga itu dipicu hujan lebat yang terus mengguyur kawasan pengunungan di pedalaman Aceh Timur dan Gayo Lues dan telah menyebabkan sejumlah kecamatan di pedalaman Aceh Timur dihantam banjir.
Saat iini, selain Kecamatan Ranto Peureulak, Peunaron dan juga Kecamatan Serbajadi Lokop, Aceh Timur, mulai terkurung akibat tingginya genangan air. Melihat kenyataan tersebut. warga Kecamatan Peureulak juga dilaporkan siap-siap untuk mengungsi.
Wartawan AcehHerald.com di Aceh Timur, Ridwan Suud mengatakan selain telah menyebabkan penduduk sejumlah desa di Kecamatan Ranto Peureulak terpaksa mengungsi, hingga petang tadi, sejumlah warga Kecamatan Peureulak juga sudah bersiap-siap untuk mengungsi.
“Saat ini, kami mulai bungkus-bungkus barang. Siapa tahu hujan terus mengguyur dan kami harus mengungsi,” ujar Imran.
Apalagi, katanya, hujan lebat masih terus mengguyur sebagian Aceh Timur hingga petang ini. Sementara air yang berasal dari Kecamatan Ranto Peureulak terus memasuki pemukiman penduduk di sejumlah gampong di Peureulak. “Ya… kami terpaksa bersiap-siap untuk mengungsi,” ujar Imran.
Dilansir AcehHerald.com dari Waspada.id, setelah longsor dengan kedalaman 15 meter terjadi di Kecamatan Pining, Kab. Gayo Lues, kini giliran banjir merendam sejumlah titik jembatan hingga memutuskan arus transportasi di jalan lintas provinsi, persisnya di Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (6/10) sore.
Dampaknya, sebanyak 17.163 warga du dua kecamatan pedalaman Aceh Timur terkurung. Sementara stok bahan pangan mereka semakin menipis.
Warga Kecamatan Peunaron dengan 10.186 warga dan Kecamatan Serbajadi Lokop dengan 6.977 warga, saat ini sangat mengharapkan bantuan darurat.
Camat Peunaron, Darkasyi SE, Senin (7/11) menyebutkan salah satu jembatan di jalan lintas provinsi yang berada di Gampong Beurandang – Kliet, Ranto Peureulak, tergenang dengan ketinggian air diatas 1,5 meter. “Tidak ada warga yang berani mengarungi banjir tersebut. Semua warga terpaksa bertahan di tempat,”
Pihak kecamatan yang ingin mensuplai bantuan sembako dari Dinas Sosial ke Peunaron, tidak bisa di antar langsung ke lokasi. Untuk penanganan darurat bantuan tersebut harus dilansir secara bertahap.(*)




















