DPP Jarnas Mileanies Ancam Anies, Kalau Mau Jadi Cawapres Relawan Bubarkan Diri

JAKARTA | Ketua Umum DPP Jarnas Mileanies, Muhammad Ramli Rahim mengancam Anies Baswedan kalau mau menerima tawaran jadi Wakil Presiden, para relawannya akan membubarkan diri. Ancaman itu dikemukakan sehubungan ada wacana Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Puan Maharani bakal diduetkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang disampaikan Burhanuddin Muhtadi dan didukung oleh Menteri Investasi … Read more

Anies Baswedan
Ketua Umum Jarnas Meleanies Muhammad Ramli Rahim

Iklan Baris

Lensa Warga

JAKARTA  |  Ketua Umum DPP Jarnas Mileanies, Muhammad Ramli Rahim mengancam Anies Baswedan kalau mau menerima tawaran jadi Wakil Presiden, para relawannya akan membubarkan diri.

Ancaman itu dikemukakan sehubungan ada wacana Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Puan Maharani bakal diduetkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang disampaikan Burhanuddin Muhtadi dan didukung oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadiala.

Jika wacana ini diterima Gubernur DKI Jakarta itu, menurutnya, wacana itu bukanlah wacana menarik. Bahkan, Mileanies di seluruh Indonesia hampir pasti akan membubarkan diri jika wacana ini berubah menjadi kenyataan.

“Sepanjang interaksi kami dengan Pak Anies Baswedan, tak pernah sekalipun ada wacana Anies calon wakil presiden (Cawapres). Jika Anies menginginkan posisi Cawapres, itu sudah terwujud pada Pemilihan presiden (pilpres) 2019 lalu saat Prabowo Subianto mengajak Anies jadi Cawapres,” ujar Ketua Umum DPP Jarnas Mileanies, Muhammad Ramli Rahim dilansir AcehHerald.com dari Republika, Selasa (12/7/2022).

Bahkan, kata dia, tak kurang dari tiga kali Prabowo meminta Anies jadi cawapresnya. Padahal, saat itu, tak ada kerugian apapun bagi Anies jika menerima tawaran cawapres.

Kata dia, jika Prabowo menang, maka resmi Anies akan jadi Wakil Presiden. Jika pun Prabowo gagal, Anies bisa kembali jadi Gubernur karena statusnya hanya cuti.

“Jadi, posisi wakil bagi Anies tak pernah ada dalam pikirannya,” tegas dia.

Di lain pihak, dia menyebutkan, relawan Anies yang jumlahnya hampir 100 induk relawan sudah membuat kesepakatan bahwa Anies hanya akan diberikan dukungan jika dicalonkan sebagai capres. Dan relawan bersepakat membubarkan diri jika Anies hanya cawapres.

“Mengapa relawan sepakat mengambil sikap ini karena bagi relawan, Anies Presiden bukanlah tujuan tetapi Anies hanya alat untuk menjadikan Indonesia lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga:  KPK Tetapkan Pejabat Kemnaker Nyoman Darmanta Tersangka

Pihaknya menegaskan, Anies hanya menjadi “starting point” untuk perubahan Indonesia, tak ada fanatisme atau kultus individu, tetapi keyakinan bahwa hanya Anies yang bisa memimpin Indonesia menuju perubahan yang lebih baik sebagaimana Anies sudah melakukan itu di Jakarta.

Selain itu, relawan juga tak ingin Anies hanya mengejar jabatan dan posisi wakil hanya menunjukkan ke semua pihak bahwa Anies hanya menginginkan jabatan, bukan menjadikan dirinya menjadi pemimpin perubahan. Karena itu, sudah tepat jika Anies pun bersikap capres atau tidak sama sekali.

Terkait upaya menghentikan polarisasi, bagi Mileanies, itu tujuan yang sungguh mulia dan relawan Anies termasuk Mileanies juga tak akan mempersoalkan siapapun wakilnya Anies dan apapun Parpolnya.

“Bagi Relawan Anies “siapapun wakilnya, apapun parpolnya, yang penting Anies Presidennya dan relawan juga berkomitmen hanya akan memilih parpol yang mengusung dan mendukung Anies Rasyid Baswedan,” katanya.

Lebih lanjut ia menceritakan Mileanies pada Senin kemarin di Hotel Sofyan Cikini menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) terbatas Mileanies untuk penguatan kelembagaan. Rakornas ini sangat penting, meskipun dilakukan secara hybrid. Hanya perwakilan wilayah yang boleh hadir.

“Dalam rakornas terbatas itu, Mileanies berkomitmen melengkapi jaringan mulai dari pusat, wilayah provinsi, daerah kabupaten kota, cabang kecamatan, ranting kelurahan, lingkungan/dusun, hingga tempat pemungutan suara (TPS),” ujarnya.

Dukungan NasDem

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menyatakan sesuai hasil Rapimnas Partai, pihaknya telah menetapkan tiga bakal calon presiden pada Pemilu 2024 mendatang. Selain nama Gubernur DKI Jakarta yang mendapat dukungan hampir seluruh DPW NasDem se Indoneia, ada dua tokoh lainnya yang masuk Radar NasDem, yaitu Panglima TNI Jenderi Andika Perkasa dan Gubernur Jawa Tengah Pranowo.

Baca Juga:  Sekolah Muharram Jurnalistik Kembali Menerima Mahasiswa Baru

Selain partai besutan Surya Paloh, yang kini menjadi partai pendukung Pemerintah Jokowi,  dua partai lainnya juga sudah bersiap untuk memberikan dukungan pencpresan Anies Baswedan, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

Kalau ketiga partai ini saja berkoalisi, Anies dipastikan akan melenggang melaju sebagai calon Presiden RI pada Pemilu 2024 mendatang. (*)

Berita Terkini

Haba Nanggroe