Yusuf Muhammad Buka Kegiatan Rekonsiliasi Stunting Kota Lhokseumawe

Pariwara LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com- Pemko Lhokseumawe terus berupaya untuk memperkecil angka stunting bagi generasi muda Aceh ke depan. Untuk itu, Wakil Walikota Lhokseumawe, H Yusuf Muhammad terus melakukan kegiatan Rekonsiliasi Stunting Kota Lhokseumawe di Aula Sekdako, Rabu (22/6/2022). Pada acara pembukaan Rekonsiliasi Stunting itu, Wakil Walikota Yusuf Muhammad menyampaikan upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi … Read more

Wakil Walikota Lhokseumawe, H Yusuf Muhammad saat membuka Rekonsiliasi Stuntaing tingkat Kota Lhokseumawe

Iklan Baris

Lensa Warga

Pariwara

LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com-

Pemko Lhokseumawe terus berupaya untuk memperkecil angka stunting  bagi generasi muda Aceh ke depan. Untuk itu, Wakil Walikota Lhokseumawe, H Yusuf Muhammad terus melakukan kegiatan Rekonsiliasi Stunting Kota Lhokseumawe di Aula Sekdako, Rabu (22/6/2022).

Pada acara pembukaan Rekonsiliasi Stunting itu, Wakil Walikota Yusuf Muhammad menyampaikan upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi angka perlu terus dilakukan guna membuat manusia Aceh ke depan memiliki pertumbuhan maksimal.

Dikatakan, lokus stunding pada tahu 2021 dari 15 desa menjadi 18 desa masing-masing Desa Batuphat Timu, Meunasah Dayah, Blang Panyang, Ujong Pacu, Cot Trieng, Meuriya Paloh, Blang Naleung Mameh, Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu.

Untuk kecamatan Muara Dua masing-masing Keude Cunda, Uteuenkot, Meunasah Masjid, dan Panggoi. Sedangkan untuk Kecamatan Banda Sakti terdiri dari Desa Pusong Lama dan Baru, Mon Geudong, Ujong Blang, Gampong Jawa dan Desa Uteun Bayi.

Sedangkan satu-satunya kecamatan yang tidak masuk dalam lokus stunting yaitu Kecamatan Blang Mangat. “Ini akan menjadi perhatian khusus bagi kita bersama,” ujar Yusuf Muhammad.

Sedangkan Ketua Panitia, Rini Damarini SSos mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk koordinasi dan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan TPPS tingkat Kabupaten/Kota guna menyusun langkah-langkah strategis percepatan penurunan stunting khususnya di kabupaten/kota dan Provinsi pada umumnya agar dapat mencapai target nasional yang telah ditetapkan sebesar 14% pada tahun 2024, serta sosialisasi kepada OPD-KB Kota Lhokseumawe sebagai sekretariat stunting tingkat kabupaten/kota.

Dikatakam, untuk Kota Lhokseumawe sendiri angka stunting sebesar 27,4% atau berada di urutan ke 17 sebagai Kabupaten/Kota tertinggi kasus stunting di Provinsi Aceh (SSGI 2021) diharapkan bisa turun di tahun 2023;
Rangkaian pelaksanaan kegiatan akan berlangsung selama 1 (satu) hari. Peserta kegiatan yang hadir adalah sebanyak 25 orang, yang terdiri dari Tim TPPS Kota Lhokseumawe. Begitupun pada kegiatan dimaksud hadir Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Aceh Drs. Sahidal Kastri, M. Pd.(adv)

Baca Juga:  Cegah Meluasnya Wereng, Petani Meurahdua Gelar Penyemprotan Massal

Penulis: Yuswardi

Berita Terkini

Haba Nanggroe