
BANDA ACEH I ACEH HERALD
SEBUAH isu politik yang langsung menjadi trending topik di kalangan politisi Aceh bergulir sejak siang tadi. Walaupun isu itu sudah lama menggelinding, seiring munculnya rumors friksi di tubuh Partai Demokrat Aceh yang ditutup dengan terpilihnya pengurus Demokrat Aceh di bawah pimpinan Muslim. Sementara mantan Ketua Demokrat Aceh, Nova Iriansyah yang kini masih menjabat sebagai Gubernur Aceh, hilang dari posisi elit Demokrat Aceh, dengan alasan ia ditarik menjadi pembantu ketua di Jakarta.
Isu lama yang kini menjadi kenyataan itu adalah tergusurnya Dailami yang telah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRA selama satu setengah periode, Dailami akhirnya diplot menjadi angota biasa. Disebut sebut Dalimi adalah loyalis Nova yang kini tak lagi memimpin Demokrat Aceh. Seiring berakhirnya Nova di DPW Demokrat Aceh, nasib Dalimi di kursi panas Wakil Ketua DPRA juga makin muram.
Disebut-sebut SK pergantian Wakil Ketua DPRA itu sudah turun dari DPP Demokrat Jakarta. “Sudah kita masukkan ke pimpinan DPRA jadi masih ada prosedur yang harus kita jalankan,” kata HT Ibrahim yang akrab disapa Ampon Bram oleh para rekannya itu, saat dihubungi acehherald.com.
SK itu secara gamblang menyebutkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menunjuk HT Ibrahim sebagai Wakil Ketua DPRA menggantikan Dalimi.
Sebelumnya, HT Ibrahim menjabat Ketua Fraksi Demokrat di DPRA yang sekarang posisi itu sudah diganti oleh Drh Nurdiansyah Alasta, MKes.
Menurut Ampon Bram Surat Keputusan (SK) itu sendiri sudah ia terima dari Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Timo Pangerang di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta pada Kamis (2/2/2022) lalu.
Keputusan pergantian tersebut ditetapkan dalam SK yang ditandatangani Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sekjen Teuku Riefky Harsya (TRH). Kini surat itu dimasukkan ke Pimpinan DPRA, untuk menunggu tindaklanjut.
Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim, SHI, MM, Senin (7/2/2022) kala dihubungi awak media membenarkan telah menerima surat perihal pergantian tersebut.
Ia menjelaskan, jika pergantian tersebut merupakan hal yang lumrah yang bertujuan sebagai proses penyegaran dalam organisasi.
“Pergantian ini adalah hal biasa, bagian dari proses penyegaran dan regenerasi kepemimpinan di DPRA,” ujarnya.
Muslim menyampaikan, sebelum SK pergantian turun, ia sudah memanggil Dalimi dan HT Ibrahim.



















