Dr Makmun Ibrahim Berharap Tahun 2020 Seluruh Sekolah di Aceh Terakreditasi

  ACEH HERALD.com – Ketua Badan Akreditasi Nasional (BAN) Aceh, Dr Makmun Ibrahim MM, berharap pada tahun 2020 mendatang seluruh sekolah dan madrasah di Aceh sudah terakreditasi. Saat ini masih ada sebanyak 63 (4 %) dari total 1.752 sekolah/madrasah di Tanah Rencong yang belum terakreditasi. Kecuali itu, pihak BAN S/M Aceh juga berharap sekolah-sekolah yang … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Aceh, Dr Makmun Ibrahim MM (kanan) sedang berbincang tentang akreditasi madrasah dengan dua Kakan Kemenag peserta Rakorda BAN se Aceh, Selasa (10/12/2019) di Hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh. FOTO ACEH HERALD.COM/M NASIR YUSUF

 

ACEH HERALD.com – Ketua Badan Akreditasi Nasional (BAN) Aceh, Dr Makmun Ibrahim MM,  berharap pada tahun 2020 mendatang seluruh sekolah dan madrasah di Aceh sudah terakreditasi. Saat ini masih ada sebanyak 63 (4 %) dari total 1.752 sekolah/madrasah di Tanah Rencong yang belum terakreditasi.

Kecuali itu, pihak BAN S/M Aceh juga berharap sekolah-sekolah yang akreditasinya masih B dan C bisa terus memperbaiki kualitasnya. Hingga pada saat pelaksanaan akreditasi pada tahun 2020, jumlah sekolah.madrasah yang berakreditasi A bisa lebih banyak.

Hingga akhir tahun 2019, mantan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, Dr Makmun Ibrahim menyebutkan  jumlah sekolah/madrasah yang akreditasinya berada di peringkat A baru sebanyak 294 (17 %). “Kecuali masalah jumlahnya masih rendah, ternyata dari 294 sekolah dan madrasah itu, tidak ada satu pun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki akreditasi A,” katanya.

Dikatakan, dari hasil akreditasi sekolah dan madrasah yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir tercatat peringkat A sebanyak 294 (17 %), peringkat B sebanyak 997 (57 %), dan Peringkat C 398 (23 %), Sedangkan 63 (4 %) sekolah/madrasah lainnya tercatat bestatus tidak terakreditasi.

Pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAN S/M, Makmun Ibrahim juga meminta pengawas sekolah, Dinas Pendidikan kabupaten/kota, dan kepala Kantor Kementerian Agama harus memiliki komitmen dalam membina sekolah di daerah masing-masing.

Harapan yang sama juga diharapkan kepada pengawas yang sudah menjadi asesor, agar sebelum pembagian tugas untuk tahun 2020 mendatang memanfaatkan waktunya untuk membina sekolah di wilayah tugas masing-masing. Tugas asesor harus menjadi Pembina di sekolah yang ditunjuk.

“Untuk sementara saya berharap asesor agar membina sekolah sendiri, sebelum ada tugas vitasi ke sekolah-sekolah yang tunjuk,” tegas Makmun Ibrahim pada saat penutupan Rakorda BAN S/M se Aceh, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga:  Angka Kesembuhan Meningkat, Konfirmasi Positif Baru 190 Orang

Rakorda BAN S/M tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung 9 – 10 Desember 2019 dihadiri 23 kepala dinas pendidikan, 23 Kakanwil Kemenag, 23 Koordinator pelaksana akreditasi kabupaten/kota, dan masing-masing diikuti perwakilan dari Dinas Pendidikan Aceh, Kakanwil Kemenang Aceh, Bappeda Aceh, Biro Isra Setda Aceh, Majelis Pendidikan Aceh (MPA), Lembaga penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, FKIP Unsyiah, dan Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry.
Rakorda Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah menghadirkan empat pemateri,masing-masing Kepala Bidang Pendidikan Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli S.Pd, M.Pd, Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu pendidikan (LPMP) Aceh, Dr Muslihuddin, dan Ketua BAN S/M Aceh, Dr Makmun Ibrahim MM.

Penulis/editor : M Nasir Yusuf

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe