Disbunnak Pidie Jaya Vaksinasi Ribuan Ekor Ternak

MEUREUDU I ACEHHERALD.com MENCEGAH timbulnya penyakit septicemia efizootica (SE), Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Pidie Jaya, melakukan pemaksinan terhadap ribuan ekor ternak besar (kerbau dan sapi) yang tersebar di delapan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Pijay.. Sementara pemaksinan untuk ternak unggas atau ayam bakal menyusul setelah ternak besar tuntas divaksinasi. Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Petugas vaksinasi Disbunnak Pijay sebelum memulai vaksinasi terhadap ternak besar di Kecamatan Ulim, Pijay, Selasa (2/08/2020). Foto Acehherald.com. Abdullah Gani.

MEUREUDU I ACEHHERALD.com

MENCEGAH timbulnya penyakit septicemia efizootica (SE), Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Pidie Jaya, melakukan pemaksinan terhadap ribuan ekor ternak besar (kerbau dan sapi) yang tersebar di delapan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Pijay.. Sementara pemaksinan untuk ternak unggas atau ayam bakal menyusul setelah ternak besar tuntas divaksinasi.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmafet), drh Amirullah, menjawab Acehherald.com menyebutkan, kegiatan yang dimulai, Senin (24/8/2020) hingga dua pekan ke depan melibatkan sekitar 40 orang petugas. Ditargetkan selesai minggu pertama September 2020  mendatang.  Pemaksinan sebanyak 7.000 ekor sapid an kerbau dilakukan secara cuma-cuma (gratis) alias tanpa bayar dengan dari pagi sampai sore setiap hari kerja.

Karenanya, Amirullah didampingi Kepala Seksi (Kasie) Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veterener (Keswavet), drh Azhari, menambahkan, bahwa untuk maksud tersebut, pihaknya sudah menghubungi ketua kelompok atau keuchik di semua gampong, supaya mengumpulkan ternak sapi dan kerbau pada suatu tempat sesuai jadwal yang telah disampaikan.

Ternak rakyat sedang dilakukan vaksinasi SE oleh vaksinator dari Disbunnak Pijay. Foto Acehherald.com. Abdullah Gani

Kegiatan dimaksud merupakan tugas rutin tahunan Disbunnak dalam upaya menyelamatkan ternak besar dari jangkitan penyakit SE atau lebih dikenal dengan sebutan penyakit ngorok. Penyakit ini jika sudah mulai terkena serangan, maka sulit sekali untuk penyembuhan. Oleh sebab itu, jauh-jauh hari Disbunnak melakukan upaya pencegahan. “Pencegahan lebih baik dari pengobatan,” timpal Amirullah.

Kegiatan dimaksud dijadwalkan selesai minggu pertama atau sekitar tanggal 8 September 2020 mendatang. Setelah ternak besar, sambung drh Azhari, maka petugas akan memaksin ternak unggas. Penyakit Newcastle Disease (ND) pada ternak unggas juga kerap terjadi di gampong-gampong. Penyakit Ta’en ini (begitu nama popular dalam masyarakat), juga sangat cepat menular. Jika satu ekor saja terjadi gejala ND, maka dalam beberapa hari bisa jadi mematikan hingga satu kandang. Begitu cepatnya penularan.

Baca Juga:  Nova dan Ganjar Pranowo Teken Kerjasama

Kadisbunnak Pijay, Syukri Itam SPd, yang dikonfirmasi acehherald.com, Selasa (25/8/2020) siang membenarkan, kini sudah dua hari petugas peternakan turun ke gampong-gampong untuk melakukan vaksinasi SE terhadap ternak kerbau dan sapi. Setlah itu akan dilanjutkan dengan vaksinasi ternak unggas

WARTAWAN : ABDULLAH GANI (PIDIE JAYA)

Berita Terkini

Haba Nanggroe