BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Masa bakti Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh telah berakhir, Selasa (30/09/2025) pukul 24.00 WIB tadi malam. Namun sejauh ini belum ada Surat Keputusan (SK) dari KONI Pusat, untuk menunjuk caretaker Ketum KONI Aceh yang salah satu tugas utamanya melaksanakan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) untuk memilih Ketum KONI Aceh definitive 2025-2029.
Dari pantauan acehherald.com di Sekretariat KONI Aceh di Kuta Alam, pengurus KONI Aceh era Plt tak ada lagi yang masuk kantor, terutama pengurus harian. Tampak hanya staf secretariat yang melaksanakan tugas harian seperti biasa.
Alfian Zuhri, kepala Sekretariat KONI Aceh yang ditanyai seputar SK Caretaker Ketum KONI Aceh dari KONI Pusat, mengaku jika pihak secretariat belum menerima kiriman atau pemberitahuan via email dari KONI Pusat terkait penetapan caretaker. “Hingga saat ini (pukul 17.30 WIB petang tadi), kami belum menerima SK tersebut. Mungkin bisa jadi besok akan ada, karena masa tugas Plt telah berakhir, tentu kekosongan itu harus segera diisi, layaknya sebuah organisasi lain,” kata Alfian.
Pihak KONI Pusat yang coba dihubungi—termasuk melalui WA—tak membalas pertanyaan awak media ini. Sementara sebuah sumber di Jakarta menyebutkan, masalah SK Caretaker itu hanya tinggal waktu saja. Kabarnya, Ketum KONI Pusat, Marciano Norman telah mengundang jajaran pengurus harian KONI Pusat, untuk membahas masalah caretaker untuk Ketum KONI Aceh. Rapat masalah itu disebut-sebut berlangsung besok siang.
Di tengah belum munculnya SK Caretaker, beredar rumors tentang kemungkinan adanya lini utama Tim Pemenangan Pon Yaya yang akan mengisi posisi strategis dalam kepengurusan Caretaker itu. Bahkan rumors itu secara gamblang menyebutkan nama nama seperti Ketua Tim Pemenangan Pon Yaya, HT Rayuan Sukma di posisi para wakil bersama Bachtiar Hasan.
Juga terdapat nama yang tak asing lagi, Kenedi Husen yang bakal didapuk sebagai bendahara dan bahkan juga diprediksi di posisi wakil ketua. Sementara Ahyar yang juga Sekretaris Tim Pemenangan Pon Yaya, bakal didapuk untuk posisi sekretaris di kepengurusan caretaker.
Rayuan Sukma yang ditanyai seputar rumors itu, menolak untuk berkomentar. “Saya pikir itu kewenangan KONI Pusat, tak bisa diintervensi pihak manapun. Jika memang diberi amanah ya kita harus siap untuk menjalankan. Yang jelas kita tunggu saja SK itu turun, boh jok boh beulangan watee ka lahe baro taboh nan,” pungkas Rayuan Sukma sambil mengutip pepatah Aceh dalam hadih maja yang artinya kira kira tunggu saja hasil keputusan, dan tak perlu menduga-duga.




