Rayuan dan Ahyar  Digadang Masuk Kabinet Caretaker

“Semua itu terpulang kepada pemegang mandat dari KONI Pusat. Saya tak mau berandai-andai. Jika memang diberi amanah dan dipercaya, bagaimanapun saya harus menjalankan. Karena ini juga misi kami dari kubu Pon Yaya untuk mendukung Caretaker serta menyukseskan Musorprovlub KONI Aceh, untuk memberikan yang terbaik bagi dunia olahragba Aceh,” tegas Rayuan.
Foto Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH I ACEHHERALD.COM – Menjelang hitungan jam berakhirnya masa kepengurusan Plt Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Tgk Anwar Ramli, beberapa nama dari Tim Pemenangan Bakal Calon Ketua Umum (Bacaketum) KONI Aceh, Pon Yaya atau Saiful Bahri, dirumorskan bakal masuk kabinet Caretaker Ketum KONI Aceh.

Masa kerja Caretaker itu dimulai tanggal 01 Oktober 2025, setelah  berakhirnya masa tugas Plt Ketum KONI Aceh Tgk Anwar Ramli tanggal 30 September atau Selasa tengah malam. Sejauh ini belum diketahui nama yang akan diterjunkan dari KONI Pusat untuk menjadi caretaker Ketum KONI Aceh. Namun sempat beredar jika sosok yang diturunkan dari KONI Pusat itu adalah salah seorang Kabid di KONI Pusat. Satu hal yang dipastikan, program prioritas caretaker adalah menjalankan Musorprovlub KONI Aceh, agar segera terpilih Ketum KONI Aceh yang defenitif.

Hal itu dianggap penting, karena menyangkut legalitas penggunaan anggaran, serta dikaitkan dengan program mendesak KONI Aceh, antara lain PON Beladiri dan pelaksanaan Pra PORA belasan Cabor yang belum dilakukan.

Mengacu dengan fenomena tersebut, beberapa kalangan mengharapkan agar pihak KONI Pusat melibatkan putra daerah atau mereka yang mahfum dengan dunia olahraga dan kondisi riil keolahragaan Aceh, untuk bergabung dengan tim caretaker Ketum KONI Aceh. Pelibatan itu akan mempermudah upaya konsolidasi internal serta dengan jajaran Pengprov dan Pengurus KONI Kabupaten/Kota di Aceh. “Dengan cara ini operasional organisasi akan lebih mudah digelindingkan, hingga program program prioritas mampu diselesaikan secara tepat waktu dan terukur,” kata Efendi Eria, Sekretaris Pengprov PABSI Aceh.

Menurut Efendi yang juga pelatih nasional angkat besi itu. Figure internal yang mumpuni dan kompeten dalam memenej organisasi olahraga akan memudahkan dalam koordinasi operasional, terutama denmgan jaringan eksternal. Karena bagaimanapun, operasional KONI melibatkan multi stakeholder sebagai lembaga pendukung.

Baca Juga:  Pj Bupati Aceh Besar Siap Jalankan Ketetapan Pj Gubernur Terkait Libur Selama Hari Tasyrik

Hal senada juga dikatakan oleh Fahrizal, Sekretaris Pengprov Angkat Berat Aceh yang dihubungi secara terpisah. Menurutnya, pelibatan unsur internal dalam kepemimpinan caretaker Ketum KONI Aceh, adalah sebuah keniscayaan. “Tentu saja figure untuk itu adalah sosok kompeten dan diterima oleh semua kalangan, dan punya jaringan yang luas. Karena masa kerja caretaker yang terbatas, dibutuhkan sosok taktis dan tepat serta cepat dalam bertindak, sehingga program caretaker berjalan mulus,” kata Fahrizal.

Ditambahkan, program utama caretaker adalah melaksanakan Musorprovlub untuk terpilihnya pengurus definitive KONI Aceh, hingga legalitas penggunaan anggaran bisa direalisasikan. “Karena ada program mendesak yang harus dilakukan KONI Aceh, seperti beberapa event olahraga terutama Pra PORA dan bahkan PON Beladiri,” tandas Fachrizal.

Dari beberapa sumber yang dihubungi awak media ini, muncul beberapa nama untuk posisi kunci dalam Kabinet Caretaker KONI Aceh, nama itu adalah HT Rayuan Sukma yang kini menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Bacaketum Pon Yaya.

Selain itu juga nama Ahyar Sekretaris Tim Pemenangan Pon Yaya yang sehari hari sebagai Sekretaris Pengprov Triathlon Aceh serta juga pengurus Pengprov Sorinji Kempo. Kedua nama itu malah disebut-sebut akan masuk line up utama Kabinet Ketum Pon Yaya.

Selain nama Rayuan Sukma dan Ahyar, kabinet Caretaker itu juga disebut-sebut akan diramaikan oleh nama Bachtiar Hasan (Wakil Ketua II KONI Aceh dimisioner) serta Kenedi Husen (Bendahara KONI Aceh demisioner). Bahtiar dan Kenedi sepertinya pada posisi yang mereka emban sebelumnya. Sejauh ini belum didapat konfirmasi seputar isu tersebut.

Rayuan Sukma yang ditanyai seputar rumors itu, tak mau berkomentar. “Semua itu terpulang kepada pemegang mandat dari KONI Pusat. Saya tak mau berandai-andai. Jika memang diberi amanah dan dipercaya, bagaimanapun saya harus menjalankan. Karena ini juga misi kami dari kubu Pon Yaya untuk mendukung Caretaker serta menyukseskan Musorprovlub KONI Aceh, untuk memberikan yang terbaik bagi dunia olahragba Aceh,” tegas Rayuan menutup pembicaraan.

Baca Juga:  Hj Rizayati Bahas Sektor Pariwisata dan UMKM dengan Menteri Pariwisata
Kata Kunci (Tags):
rayuan sukma, koni aceh, caretaker, koni pusat, musorprovlub

Berita Terkini

Haba Nanggroe