Ketua KIPRA: 80 % Kasus Perempuan di Lapas Jadi Kurir Sabu

Marniati melanjutkan, KIPRA sangat peduli pada persoalan anak-anak, terutama soal kebutuhan akan pendidikan agar mereka juga mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Foto: Andika

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kita Indonesia Prabu (KIPRA) Provinsi Aceh, Prof Adjunct Dr. Marniati, M.Kes mengungkapkan, saat ini perempuan di Aceh dalam situasi terancam dan krisis ketahanan pangan.

“Saya pernah mengunjungi lapas, ternyata 80 persen wanita mengakui terpaksa menjadi kurir narkoba demi memenuhi kebutuhan dasar untuk kebutuhan keluarga. Hal ini sungguh menyedihkan dan harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya saat mengisi sambutan Pelantikan DPD KIPRA Aceh, Rabu (8/5/2024).

Ia menyebutkan, perihal kasus ini pihaknya bersama KIPRA memiliki peran dan tanggung jawab, utamanya perempuan dan anak, agar mereka dapat terhindar dari berbagai ancaman dan kekerasan serta pelecehan seksual.

Marniati melanjutkan, KIPRA sangat peduli pada persoalan anak-anak, terutama soal kebutuhan akan pendidikan agar mereka juga mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Selain itu, mereka juga terhindar dari paparan narkoba dan hal lain yang mungkin jadi perhatian KIPRA, tegasnya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya bersama KIPRA Aceh akan mendukung dan membantu kebutuhan mereka dalam bentuk beasiswa kepada calon mahasiswa Aceh, terutama bantuan pendidikan bagi santri yang belajar di dayah, ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Umum DPP KIPRA, Evie Maysarah Kolulun mengatakan, selamat atas dilantiknya KIPRA Aceh, semoga dapat menjalankan roda organisasi ini dengan baik.

“Saya yakin dan percaya anggota DPD KIPRA Aceh dapat bekerjasama dengan baik dalam menjalankan program yang telah diamanahkan. Selamat melaksanakan tugas sesuai visi dan misi,” ujar Evie.

Laporan: Andika Ichsan

Baca Juga:  Dua TKA PLTA Peusangan Asal Korsel Terpapar Corona
Kata Kunci (Tags):
kipra, kita indonesia prabu aceh, dpd kipra, dpp kipra,

Berita Terkini

Haba Nanggroe