
BANDA ACEH | ACEH HERALD.com – Proses belajar mengajar (PBM)di lembaga pendidikan menengah di Aceh Utara diusulkan bisa segera dilakukan dengan sistem tatap muka. Diharapkan pada Selasa (18/8/2020) mendatang, pembelajaran di sekolah-sekolah menengah di bekas kabupaten petro dolar itu sudah bisa dilaksanakan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara, Teuku Aznal Zahri STTP MSi kepada AcehHerald.com, Kamis (13/8/2020) mengakui pihaknya setelah memperhatikan kondisi dan perkembangan covid 19 di daerah Aceh Utara yang saat ini sedang berada status kuning, pihaknya telah mengirim surat ke bupati selaku ketua Satgas Covid 19 Kabupaten Aceh Utara untuk meminta izin agar sekolah di daerahnya bisa segera dilakukan PBM tatap muka.
Dikatakan, sebagaimana di daerah lainnya di Aceh, selama ini proses belajar di wilayah berjuluk Negeri Pasee itu tetap dilakukan dengan berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat, yaitu belajar dari rumah (BDR) dengan pola daring (dari jaringan) berbasis online dan sebagian lainnya dengan sistem luring (luar jaringan). Program luring ini dengan melibatkan tenaga guru kunjung siswa.
Di Aceh Utara, menurut Teuku Aznal, terdapat 83 sekolah menengah, terdiri 54 Sekolah Menengah Atas (SMA), 24 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 5 unit Sekolah Luar Biasa (SLB).
Sedangkan jumlah murid jenjang SMA, SMK, dan SLB se Aceh Utara seluruhnya mencapai 22.000 siswa yang tersebar di 83 sekolah. Sementara jumlah guru di wilayahnya seluruhnya mencapai 2.200 orang.
Dikatakan, dalam pelaksanaan proses belajar dengan tatap muka nantinya, pihaknya akan tetap berpedoman pada kepatuhan protokol kesehatan yang ketat. “Kita sudah meminta seluruh kepala sekolah dan dewan guru untuk mempedomani protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran covid 19 di lembaga pendidikan di Aceh Utara,” katanya.
Penulis : M Nasir Yusuf




















