La Masia dan Generasi Emas Smantigers

Hanya bilik bambu tempat tinggal kita Tanpa hiasan, tanpa lukisan Beratap jerami, beralaskan tanah Namun, semua ini punya kita Memang semua ini milik kita sendiri………….Se
Pj Gubernur Safrizal dan Wabup terpilih Biruen Razuardi (kanan) bersulang suara lewat tembang Rumah Kita.

Iklan Baris

Lensa Warga

TAMPIL sedikit sporty walau berpeci hitam namun memakai sepatu kets dan celana hitam ala jins, lelaki itu dengan intonasi sangat lumayan, menyanyikan tembang lawas dari godbless yang dilengkingkan lead vokalnya, Achmad Albar, lewat song title ‘Rumah Kita’. Ia seperti sangat menjiwai style seorang vokalis genre rock dari cara memegang tiang mike.

Siapa sangka jika sang vokalis itu adalah Dr Safrizal ZA SIP MSi, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh. Ia didapuk oleh koleganya sesama alumni SMAN 3, saat pelantikan pengurus Ikatan Alumni SMAN 3 (Ikasmantig) Banda Aceh periode 2024-2027 di Aula Disdik Aceh, Sabtu (04/01/2025) kemarin.

Alumni terbaik STPDN leting pertama itu, benar benar larut dalam perhelatan sesama smantigers tersebut. Ia tampil sebagai mantan siswa bersama temannya sesama Alumni SMAN 3 Banda Aceh dari lintas leting. Tak ada sedikitpun ‘gaya’ sebagai sosok gubernur, sama dengan Brigjen (pol) Misbahul Munawwar yang juga tampil full sipil. Karena itu pula ia tak dapat menolak ketika didapuk berduet dengan seniornya Ir Razuardi Ibrahim MT yang juga Wabup Bireun Terpilih untuk naik ke pentas. Lalu mengalirlah tembang rock ‘Rumah Kita” seperti lirik pembuka di atas.

Safrizal dan Razuardi adalah bagian dari Golden Generation Smantigers saat ini. Setelah generasi awal menepi seiring masa purna tugas, seperti Mayjen TNI (purn) TA Hafil menjadi Pangdam IM di tahun 2018, secara perlahan tongkat estafet sukses generasi emas alumni SMAN 3 Banda Aceh berlanjut.

Razuardi yang akrab disapa Essex oleh koleganya, yang melaju di dunia politik menjadi sisa dari angkatan awal SMAN 3 Banda Aceh yang masih eksis. Namun booming generasi emas Smantigers itu justru terjadi saat ini, ketika generasi leting 1985 hingga leting 1999 mulai mengisi posisi strategis di lini birokrasi sampai perusahaan minyak internasional, seperti Hali Burton (Amerika) dan Petronas (Malaysia).

Baca Juga:  Surat Terbuka Buat Gubsu Bobby Nasution

Rasanya memang tak terbantahkan jika Smantigers kini mendominasi’ lini birokrasi di Aceh. Mulai dari Pj Gubernur, Plt Sekda,  Asisten dan beberapa SKPA serta juga di jajaran Penjabat Bupati/Walikota di Aceh. Di lini kampus, juga tercatat Rektor USK dan beberapa staf inti kampus sebagai kader Ikasmantig.

Sementara di tataran jabatan komando, terdapat Danrem 011 LW serta Wakapolda Aceh. Selain itu juga ada yang bergerak di sektor jasa konstruksi hingga agrobisnis. Generasi emas era ke-2 alumni Smantig seperti nya memang sedang berlangsung.

Lantas apa kata Pj Gubernur Safrizal? Peran Ikatan Alumni SMA Negeri Tiga Banda Aceh (Ikasmantig) bukan sekedar mempererat silaturrahmi anggota, secara lebih luas organisasi ini harus mampu merawat dan menumbuhkan karakter Aceh. “Kita harus mampu merawat dan menumbuhkan karakter Aceh melalui organisasi Ikasmantig. Karena itu, penting untuk menyampaikan kisah sukses para alumni. Bukan seberapa tinggi jabatan para alumninya, bukan seberapa mapannya para alumni secara ekonomi. Tetapi yang harus diambil sebagai pelajaran adalah bagaimana para alumni menjaga karakter ke-Acehan dalam perjalanannya menuju sukses,” ujar Safrizal.

Tanpa bermaksud hiperbola, kisah sukses alumni Smantig itu bukan sekadar hasil akhir, namun tak lepas dari asal muasal mereka digodok. Yaa….lembaga SMAN 3 di dua dekade pertama kelahirannya adalah salah satu SMA terdepan di Banda Aceh. Di bawah komando Kepsek pertama Drs Razali Cut Lani yang sangat disegani para siswa dan beberapa guru terbaik, seperti Alm Jakfar Raden, Almh Bu Maimunah, Darmilis hingga Bu Thalea Nensis, SMAN 3 mengingatkan kita dengan Akademi Sepakbola milik mega klub Katalan, Barcelona, La Masia–setidaknya untuk tingkat Aceh–.

Akademi sepakbola tersohor dunia itu, melahirkan pemain sekaliber Lionel Messi peraih 5 kali balon d’Or, pelatih terbaik dan termahal dunia Pep Guardiola. Atau center back legendaris Spanyol, Carlos Puyol dan kiper Iker Casilas. Selain itu ada Xavi, Andre Iniesta, Basquet hingga Jordi Alba.

Baca Juga:  PWI Gelar HPN, Rocky Minta Maaf tak Bisa Donor Darah

La Masia, dalam Bahasa Catalan berarti ‘rumah pertanian’, adalah nama yang umumnya digunakan untuk menggambarkan Akademi Muda Barceloa, atau Cantera–dalam Bahasa Spanyol– yang bermakna sebagai tambang.

Tak salah jika salah satu entrenador terbaik dunia yang juga alumni La Masia, Pep Guardiola mengatakan, pemain yang telah melewati La Masia memiliki sesuatu yang berbeda dari yang lain. Itu adalah nilai plus yang didapat karena telah berkompetesi dengan nilai plus yang didapat, dan telah berkompetesi meraih seragam Barcelona sejak Anda masih kecil.

Generasi emas kader Smantig saat ini juga telah melewati bahtera Smantig yang kala itu bisa jadi memiliki sesuatu yang beda dengan yang lain. Itu juga nilai plus yang didapat karena telah melewati koridor pengisian bekal pendidikan dengan seragam SMAN 3 Banda Aceh. Dan mereka menjadi tambang masa depan.

Karena itu pula Pj Gubernur Safrizal berharap dengan positioning yang lumayan itu, Smantigers diharap makin solid serta terus merajut solidaritas di antara alumni. Safrizal berharap kualitas ala La masia itu terus dipertahankan. Bisa jadi itulah yang tersirat dalam tembang ‘Rumah Kita” yang dinyanyikan oleh Safrizal secara apik.

Safrizal memberi sinyal agar kader Smantig terus membangun kebersamaan bukan hanya sebatas sesama alumni, tetapi juga berkontribusi kepada masyarakat secara luas. Agar lembaga itu makin solid dan dipercaya oleh seluruh anggota dan berada di hati rakyat.

Lebih baik di sini
Rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa
Semuanya ada di sini
Rumah kita

Kata Kunci (Tags):
ikasmantig, safrizal za, smantigers, wakapolda aceh, sman 3 banda aceh

Berita Terkini

Haba Nanggroe