LHOKSUKON I ACEHHERALD.com – Unuk memenuhi kebutuhan kakao nasional, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berencana akan mengembangkan pembibitan kakao lokal dengan melibatkan pihak ketiga dan kebun rakyat.
Perencanaan ini diungkapkan Kadis Perkebunan, peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara, Ir. Lilis Indransyah di ruang kerjanya saat menjamu Ketua Komisi II DPRK Jum’at, (03/01/) kemarin. “Kita tau kakao juga salah satu komoditi unggulan perkebunan Aceh Utara yang sangat potensial untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. untuk itu, kami terus berupaya meningkatkan produktivitas kakao dengan berbagai program pengembangan perkebunan, termasuk menggaet pihak ketiga,” kata Lilis di hadapan para anggota Komisi II saat itu.
Berdasarkan informasi, saat ini luas lahan kakao yang dimiliki Kabupaten Aceh Utara mencapai sekitar 10 ribu hektare lebih dengan produktivitas per hektar mencapai 28 – 36 ton pertahunnya.
Kendati demikian, menurut Lilis hal itu masih jauh dari harapan, karena hampir di semua kebun milik masyarakat tanaman kakao tidak dirawat sebagai mana mestinya, bahkan dibiarkan berada dalam semak belukar.
Guna untuk meningkatkan produktivitas tanaman kakao tersebut, Lilis mengaku bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk pengembangan dan mulai fokus untuk pembibitan baru. “Untuk pengembangan bibit kita tidak tepaku pada APBK, namun kami telah menyiapkan bahan-bahan presentasi untuk menggaet pihak ketiga dan pemerintah pusat,” terang Lilis.
Untuk pengembangan kakao ke depan Kadisbun akan melibatkan kebun rakyat di dua wilayah, yakni kecamatan Cot Girek dan Sawang sebagai upaya tercapainya “Aceh Utara Bangkit” di bawah kepemimpinan Ayah Wa – Panyang.
Sementara, Ketua Komisi II DPRK Aceh Utara, Muhammad Romi mengaku sangat mendukung program yang di sampaikan tersebut.
Hal ini mengingat aceh utara yang notebene masyarakatnya adalah petani dan pekebun yang tidak terfokus pada tanaman kelapa sawit saja. “Saya kira ini sebuah terobosan yang bagus dari Ibu Kadis, dengan demikian petani aceh utara kita harapkan dapat berkembang, tentunya kedepan ketika ketersediaan bahan baku dari perkebunan mencukupi akan tercipta pula pabrik – pabrik pengolahan di tengah masyarakat sekala UMKM,” ujar Romi kepada Acehherald.com, Sabtu, (05/01/25), via pesan Whatsappnya.