
ACEHHERALD.COM/MEUREUDU-S
SEJAK dua pekan terakhir, warga Gampong Masjid Tuha Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, terutama mereka yang tinggal sepanjang jalan keluar-masuk ibukota setiap hari terpaksa harus “makan “debu. Pasalnya, ruas jalan sepanjang kurang lebih 450 meter kini masih dalam tahap pengerjaan yakni peningkatan badan jalan. Untuk menghindari debu, mereka kerja ekstra menyirami jalan 5-7 kali sehari.
Keluhan terhadap banyaknya debu yang beterbangan juga dirasakan para pengguna jalan, terutama para pengguna sepeda motor. Lebih parah lagi saat cuaca cerah dan kebetulan berpapasan dengan mobil atau truk. Tak ayal, kepungan debu tanah timbunan badan jalan yang begitu pekat membuat penggunan jalan kewalahan. Terlebih lagi jika membawa atau berboncengan dengan anggota keluarga.
Beberapa warga yang tinggal sepanjang rute tersebut menjawab Acehherald.com dalam dua hari terakhir, mengaku kewalahan dengan kondisi badan jalan yang saat ini sedang dikerjakan. Seperti dilontarkan, salah seorang warga yang membuka usaha di lintasan tersebut. Seharusnya, sebut sumber yang minta identitasnya tidak ditulis, pihak yang menangani jalan dimaksud perlu menyiraminya.
Masyarakat dan pengguna jalan dapat memaklumi jalan yang sedang dikerjakan kondisinya begitu. Tapi yang sangat disayangkan, hari-hari tidak disirami. Maunya, minimal dua kali sehari harus disiram. “Memang jalan ini ada disiram, tapi malam dan itu kurang efektif. Yang banyak pelintas kan siang,” kata sumber tadi. Karena tak tahan berdebu, sehingga warga termasuk yang membuka usaha sepanjang rute tersebut harus membasahi badan jalan 5-7 kali sehari. Itu kami lakukan juga demi untuk pelintas.
Kadis PU Pidie Jaya, Rizal Fikar ST yang diminta tanggapan terhadap badan jalan yang berdebu, Selasa (22/9/9/2020) membenarkan, selama ini jalan dimaksud berdebu dan pengguna jalan apalagi warga sekitar mengeluh. Jalan dimaksud, lanjut Fikar, memang sengaja dibiarkan begitu atau tak boleh banyak air. Jika di lapisan bawah atau basenya banyak air, maka akan berakibat buruk ketika dilakukan pengaspalan. “Karenanya, warga dan pengguna jalan diminta bersabar dan semua itu demi kelancaran pekerjaan yang pengguna manfaatnya juga kita semua,” timpal Kadis PU Pijay itu.
Sebagaimana pernah diberitakan, jika sebelumnya kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Kota Meureudu arah ke Simpangtiga atau sebaliknya sulit dilalui karena sepanjang rute yang dilalui terutama dalam radius sekitar 450 meter bertabur lubang, kini sedang ditingkatkan dan akan beraspal mulus.
Jalan tersebut dikerjakan CV Markam Jaya, bersumber dana otonomi khusus Aceh (DOKA) TA 2020 senilai Rp 1,7 miliar. Dijadwalkan jalan itu akan selesai tepat waktu. Ditambahkan, panjang ruas jalan utama menuju kota kabupaten yang kini sedang ditingkatkan dari aspal biasa ke Hotmix adalah 4.500 meter dengan kelebaran 9 meter. Saat ini selesai pengecoran lapisan atas (LPA) dan sengaja dijemur terik matahari. “Alhamdulillah, hasil pantauan kami dari Dinas PU beberapa kali pekerjaan lumayan bagus. Sungguh pun demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan hingga proyek dimaksud selesai dan berkualitas,” imbuh Rizal. Ruas jalan tersebut ditingkatkan, lanjut Kadis PU Pijay, karena kondisi sebelumnya mengalami kerusakan berat. Malah di beberapa titik badan jalan persis bagaikan kolam ketika diguyur hujan deras. Yang terparah kawasan Dusun Dayah U Paneuek atau depan Wisma Ananda.
Di kawasan tersebut, hampir semua badan jalan terendam air sehingga terlihat persis seperti kolam. Tak ayal, beberapa waktu lalu salah seorang pemuda memancing ikan di kolam tesebut, sebagai salah satu bentuk protes kepada pemkab setempat.
Wartawan : Abdullah Gani (Pidie Jaya)