SAG : 114 Penderita Covid-19 di Aceh Sembuh

  BANDA ACEH | ACEH HERALD SEBANYAK 114 penderita Virus corona penyebab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh dilaporkan sembuh. Namun, virus asal Wuahn, China itu masih belum bebas dari Aceh. Data terbaru yang diungkapkan Jubir Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam kurun yang sama virus ini telah menginfeksi 64 orang baru di seluruh Aceh … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

 

Juru bicara penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani. (Foto Aceh Herald / M Nasir Yusuf)

BANDA ACEH | ACEH HERALD

SEBANYAK 114 penderita Virus corona penyebab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh dilaporkan sembuh. Namun, virus asal Wuahn, China itu masih belum bebas dari Aceh.

Data terbaru yang diungkapkan Jubir Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam kurun yang sama virus ini telah menginfeksi 64 orang baru di seluruh Aceh dan dua orang dinyatakan meninggal dunia.

“Kasus-kasus konfirmasi positif yang dilaporkan sore ini lebih tinggi daripada kemarin,” ujar Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu.

Kasus konfirmasi positif Covid-19 yang dilaporkan kemarin sebanyak 52 kasus,  hari ini sebanyak 64 kasus. Kasus-kasus baru tersebut meliputi warga Banda Aceh 16 orang, Aceh Tengah 10 orang, Langsa sembilan orang, Pidie tujuh orang, dan warga Aceh Besar sebanyak enam orang.

Kemudian, warga Aceh Tamiang sebanyak tiga orang, dan warga Aceh Singkil dan Aceh Timur sama-sama dua orang. Selanjutnya warga Gayo Lues, Pidie Jaya, Aceh Barat, dan warga Simeulue, masing-masing satu orang. Sedangkan lima orang lagi merupakan warga dari luar daerah Aceh.

Sementara itu, lanjut SAG, penderita Covid-19 yang sembuh bertambah 114 orang. Para penyintas Covid-19 itu meliputi warga Banda Aceh 79 orang, Langsa sembilan orang, Aceh Besar delapan orang, Bireuen lima orang, warga Pidie dan Lhokseumawe sama-sama tiga orang. Warga Aceh Barat dua orang. Warga Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Singkil, dan warga Sabang, masing-masing satu orang. Sisanya satu orang lagi warga dari luar daerah.

Lebih lanjut SAG melaporkan dua penderita Covid-19 yang selama ini menjalani perawatan di rumah sakit rujukan dilaporkan meningal dunia, yakni warga Aceh Tamiang dan Bireuen.

Baca Juga:  Fokus Tangani Covid dan Mandatory Permenkes Menunda Pelantikan Kadiskes Defenitif

“Kasus-kasus meninggal dunia umumnya memiliki penyakit penyerta dan usianya sudah di atas 45 tahun,” tuturnya.

Kemudian, SAG tak lupa mengimbau masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan agar kasus positif tidak kian melonjak melampaui kapasitas sistem pelayanan kesehatan yang tersedia.

Penggunaan ranjang tempat tidur di rumah sakit meningkat hingga 40% dalam seminggu terakhir, akibat kasus harian meningkat tajam. Bila kasus-kasus baru tak terbendung rumah sakit akan penuh dan pelayanan kesehatan menjadi tidak optimal. Hal itu harus dihindari bersama dengan penerapan protokol kesehatan secara kolektif, tambahnya.

Kasus Kumulatif Covid-19

Selanjutnya, seperti biasa, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per tanggal 21 April 2021. Kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 10.429 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 8.978 orang. Pasien dirawat sebanyak 1.035 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 416 orang.

Lebih lanjut, ia melaporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 688 orang, yang meliputi 621 orang sudah selesai isolasi, 9 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 58 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.134 orang. Suspek yang telah melakukan isolasi sebanyak 7.026 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 65 orang, dan sebanyak 43 orang sedang menjalani isolasi di rumah sakit, tutup SAG.(*)

Berita Terkini

Haba Nanggroe