Polda Aceh Terjunkan Tim Penindak Premanisme ke 15 Lokasi

  BANDA ACEH | ACEH HERALD Polda Aceh melakukan penindakan terhadap terduga pelaku premanisme di 15 lokasi dalam wilayah hukumnya. Tim menyasar daerah-daerah rawan, seperti di pasar, tempat keramaian, dan tempat bongkar muat barang. Hal tersebut diungkapkan Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Aceh Kombes Pol Ade Harianto, MH melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

 

Polda Aceh siapkan tim yang akan diterjunkan untuk membasmi premanisme di Tanah Rencong. (Foto Humas Polda Aceh)

BANDA ACEH | ACEH HERALD

Polda Aceh melakukan penindakan terhadap terduga pelaku premanisme di 15 lokasi dalam wilayah hukumnya. Tim menyasar daerah-daerah rawan, seperti di pasar, tempat keramaian, dan tempat bongkar muat barang.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Aceh Kombes Pol Ade Harianto, MH melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, M.Si, Rabu (16/6/2021) di Mapolda Aceh.

Winardy menjelaskan, penindakan tersebut dilakukan menindaklanjuti arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, M.Si untuk mengantisipasi kegiatan-kegiatan berbentuk premanisme di beberapa tempat di Aceh.

Saat ini, lanjut Winardy, personel Ditreskrimum dan Polres Jajaran sudah melakukan tindakan terhadap praktik premanisme di 15 lokasi, dengan rincian; Banda Aceh 8 lokasi, Lhokseumawe 2, Aceh Tamiang 2, Aceh Barat 1, dan Subulussalam 2 lokasi kejadian.

“Sudah 15 titik yang kita tindak dan berhasil mengamankan 32 terduga pelaku dan barang bukti berupa 1 unit kendaraan R.4, 1 unit kendaraan R.2, 4 unit Hp, 2 rekaman video di TKP, 1 senjata tajam, 195 kwitansi, dan uang dengan jumlah Rp. 6.142.500.-,” ungkapnya.

“Terduga pelaku sedang dilakukan pemeriksaan, tapi ada juga yang dibina dan diselesaikan secara Restoratif Justice, tergantung sejauh mana keterlibatannya,” tambah Winardy.

Selain itu, kata Winardy, Polda Aceh dan jajarannya berkomitmen akan menindak tegas semua praktik premanisme di Tanah Rencong. Namun, Kabid Humas Polda Aceh itu juga berharap kerjasama semua pihak untuk melaporkan, jika melihat, mengalami, atau bahkan menjadi korban premanisme.

“Nanti akan kita cari solusi akar masalah premanisme. kenapa bisa terjadi? Kemudian kita lakukan penanggulangan masalahnya dari hulu sampai ke hilirnya. Yang penting laporkan kepada kami, karena tidak ada ruang untuk premanisme, negara tidak boleh kalah sama preman,” ujar Kombes Pol Winardy.(*)

Baca Juga:  HUT Ke-22 Abdya: Undangan Kompak Memakai Pakaian Aceh dan Teluk Belanga

Berita Terkini

Haba Nanggroe