
JAKARTA | ACEHHHERALD.com–
Anggota Komisi III DPR-RI, M Nasir Jamil dalam dengar pendapat dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian, terutama Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simajuntak yang telah menangkap pelaku pemerasan terhadap warga Aceh yang melintas Pos Polantas Gebang, Sumatera Utara.
Namun demikian, Nasir Jamil meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menutup pos polisi lalulintas (Polantas) yang berada di Gebang, Sumatera yang selama ini kerap dijadikan tempat “pemerasan” bagi warga Aceh yang ingin bepergian ke Medan, Sumatera Utara.
Insiden terakhir terjadi, pada Sabtu (15/01) lalu sekira pukul 03.00 WIB seorang warga Aceh, Suhelmi di ‘rampok’ oknum diduga polisi atau bantuan polisi (Banpol) di pos lantas Gebang-Langkat, yang merupakan perbatasan Sumatera Utara dengan Aceh.

Suhelmi yang berprofesi sebagai supir mobil penumpang umum jurusan Lhokseumawe Aceh-Medan, yang beralamat di Dusun Tengoh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe- Aceh itu menderita kerugian Rp4.300.000.
Sebelum uang jutaan rupai itu dirampas, oknum berseragam poliri di dalam Pos Lantas Gebang lebih dulu tangan memborgol tangan korbannya sopir mobil penumpang Toyota Hiace.
Dilansir AcehHerald.com dari Forum keadilan, Rabu (19/01/22), Suhelmi memaparkan malam itu seperti biasa dirinya mengenderai mobil penumpang jenis Toyota Hiace. Namun setiba di depan pos lantas Gebang-Langkat di setop oleh seorang Banpol yang mengenakan jaket Polisi dan diduga tiga anggota polisi lainnya yang memakai baju Dinas.
Oknum banpol tersebut, kata Suhelmi, merampas handphone miliknya dan menyita juga menggeledah isi dompetnya. Tangan Suhelmi juga diborgol seraya menguras isi dompetnya. Pada saat itu, sebut Suhelmi, dia dituduh menyimpan aplikasi High Chip Domino Island. Oknum banpol itu lantas membentak Suhelmi “Bawa beking mu kemari. Main judi Kau ya, mana KTP, dompet dan HP mu,” kata oknum seperti diceritakan ulang oleh Suhelmi.
Sementara oknum Polisi lainnya yang berada di dalam pos memborgol tangan Suhelmi sambil mempreteli dompet dan memeriksa semua isi kantong Suhelmi serta menjarah uang dalam saku celana Suhelmi. Tidak cukup di situ kata Suhelmi, oknum Banpol dan polisi juga berusaha ingin menguras mBanking milik Suhelmi. Untung saja Suhelmi cepat menghapus pin mBankingnya di HP. Uang yang dia miliki sebanyak Rp7,8 Juta yang ada dalam saku celana Suhelmi di jarah oknum Banpol. Karena Suhelmi terus melawan dan meminta kembali uang dan HP-nya, oknum Banpol dan Polisi mengembalikan Rp3,5 Juta, sedangkan sisanya Rp.4,3 juta diambil.




















