BLANGPIDIE I ACEHHERALD.com – Dari 97 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2024, Misbahul Munir tercatat sebagai jamaah termuda usia 25 tahun, warga Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie. Sedangkan JCH tertua adalah Ramlah Yong Cut, warga Desa Padang Sukabu, Kecamatan Kuala Batee, saat ini berusia 89 tahun.
Misbahul, lajang kelahiran 14 Agustus 1999 di Desa/Gampong Meudang Ara. Orangtuanya M Jakfar mendaftarkan Misbahul sebagai JCH dalam usia 12 tahun, saat ia di kelas II Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Susoh.
Sekitar 11 tahun menunggu antrean, Misbahul Munir bersama dengan kedua orangtuanya mendapat pangggilan menunaikan ibadah rukun Islam kelima tahun 2024.
“Tentu, saya sangat bersyukur diberi kesempatan menunai ibadah haji dalam usia masih muda, sekaligus dapat mendampingi kedua orang tua dalam melaksanakan rukun haji di Tanah Suci,” katanya kepada Aceh Herald.com di sela-sela acara peusijuek sekaligus pelepasan JCH Abdya di Masjid Agung Baitul Ghafur, Sabtu (1/6/2024) sore.
Misbahul tercatat sebagai jamaah Regu 20 dengan Ketua Regu (Karu), Nazli Hasan, dan Ketua Rombongan (Karom), Masri. JCH Abdya terdiri dua rombongan dan 10 regu, ketua rombongan membawahi lima regu.
Mereka tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 12 BTJ Aceh. Secara kebetulan pula Ketua Kloter 12 adalah Agus Suryadi, S.Ag. M.Pd., Kepala Subbag TU Kankemenag Kabupaten Abdya. Tentu kondisi ini memudahkan para JCH Abdya dalam berkoordinasi selama berada di Mekkah AlMukarramah.
Informasi diperoleh dari Kepala Kantor Kemenag Abdya, Dr Salman Alfarisi SAg MPd melalui Plt Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kasi PHU), M Yatim MA bahwa JCH Abdya Abdya berjumlah 101 orang, namun empat orang diantaranya meninggal dunia.
Terakhir adalah Drs Bakti Ikhsan, warga Guhang, Blangpidie, meninggal dunia sekitar tiga pekan lalu. Sehingga JCH Abdya tinggal 97 orang, tapi jumlah tersebut meningkat 36 orang dibandingkan jumlah jamaah haji tahun 2023 lalu berjumlah 61 orang. Jamaah tahun 2024 ini terdiri dari 32 orang laki-laki dan 65 perempuan, tercatat ada tiga jamaah termuda.
Selain Misbahul Munir, ada jamaah perempuan bernama Uul Silvi Yanti (26), warga Desa Mata Ie, Blangpidie. Kemudian, Alfat (26), warga Desa Meudang Ara, Blangpidie, kata M Yatim.
Akan halnya, JCH Abdya tertua ada dua orang. Selain, Ramlah Yong Cut (89), warga Desa Padang Sukabu, Kecamatan Kuala Batee, dan satu lagi Nurmala yang umurnya sedikit di bawah Ramlah. Kemudian sejumlah JCH yang berumur 70-an dan 80-an tahun.
JCH Abdya akan bertolak dari Blangpidie, menuju Banda Aceh pada hari Sabtu (8/6/2024) pagi, pekan depan. Sementara pelepasan JCH telah dilakukan Pj Bupati H Darmansah SPd MM, sekaligus peusijeuk di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Sabtu (1/6/2024) sore.
Pemkab Abdya akan mengantar seluruh JCH sampai Banda Aceh dengan menggunakan 12 unit bus. Dalam perjalanan dari Blangpidie menuju Banda Aceh pada hari Sabtu (8/6/2024), JCH Abdya bersama rombongan pengantar singgah di Masjid Agung Meulaboh, Aceh Barat guna mengikuti peusijuek yang dilaksanakan masyarakat asal Abdya berdomisili di Meulaboh.
Tiba di Banda Aceh pada Sabtu (8/6/2024) sore atau malam, para JCH Abdya diistirahatkan satu malam di Hotel Hijrah di Lambaro. Kemudian, Minggu (9/6/2024), pukul 8.00 WIB para JCH masuk Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh.
Lalu, hari Senin (10/6/2024), pukul 11.05 WIB, terbang dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) BTJ Blangbintang, Aceh Besar menuju Mekkah Al-Mukarramah.
JCH Abdya berjumlah 97 orang itu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 12 terbang BTJ Aceh, bersama-sama dengan JCH dari Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Aceh Singkil, Simeulue dan Banda Aceh.
Dijadwalkan, jamaah haji kloter 12, termasuk jamaah haji dari Abdya akan tiba kembali di Tanah Air pada tanggal 22 Juli mendatang, pukul 08.05 WIB.
Penulis Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)