Kapolsek Mundu Dipecat Buntut Tipu Tukang Bubur Rp310 Juta

JAKARTA | ACEHHERALD.COM — Polda Jawa Barat resmi memberikan sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap eks Kapolsek Mundu Cirebon AKP SW di kasus penipuan terhadap seorang tukang bubur terkait rekrutmen anggota Polri. Penipuan terhadap tukang bubur tersebut diketahui hingga Rp300 juta. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo mengatakan sanksi tersebut diberikan tim Komisi … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

JAKARTA | ACEHHERALD.COM — Polda Jawa Barat resmi memberikan sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap eks Kapolsek Mundu Cirebon AKP SW di kasus penipuan terhadap seorang tukang bubur terkait rekrutmen anggota Polri.

Penipuan terhadap tukang bubur tersebut diketahui hingga Rp300 juta.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo mengatakan sanksi tersebut diberikan tim Komisi Kode Etik Polri (KKEP) usai melaksanakan sidang etik terhadap yang bersangkutan pada Selasa (27/6).

Ibrahim juga memastikan pihaknya bakal tetap memproses dugaan pelanggaran pidana terhadap SW di kasus penipuan tersebut.

“Sidang kode etik pada hari Selasa, 28 Juni 2023, keputusannya PTDH, dan yang bersangkutan tetap menjalani proses pidananya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/6).

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar AKP SW yang kedapatan menipu seorang tukang bubur hingga ratusan juta dengan iming-iming dapat memasukkan anak seorang tukang bubur ke Bintara Polri tahun 2021/2022.

“Jadi yang begini-begini jangan terjadi lagi. Dan, saya perintahkan Kabid Propam proses, pecat dan pidanakan,” ujar Listyo dalam sambutannya saat Upacara Wisuda Program Pendidikan Ilmu Kepolisian di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Rabu (21/6).

Listyo mengingatkan ke seluruh jajarannya agar praktik nakal rekrutmen Polri segera diberantas secara tuntas. Ia menginginkan agar proses rekrutmen masuk polisi benar-benar berdasarkan pada kemampuannya.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Ariek Indra Sentanu sebelumnya menjelaskan aksi penipuan tersebut dilakukan oleh AKP SW pada 2021.

Dalam modusnya, SW disebut menjanjikan apabila anak dari Wahidin dapat lolos seleksi rekrutmen Polri apabila memberikan imbalan sejumlah uang.

Korban yang berprofesi sebagai penjual bubur tersebut kemudian terpedaya dan menyetorkan uang hingga ratusan juta kepada SW.

Baca Juga:  Polisi Bener Meriah Gulung Komplotan Pemerkosa Dua Gadis Belia  

“Tersangka anggota Polri ini merupakan tetangga korban, dan korban menginginkan anaknya jadi polisi, kemudian oknum itu mengenalkan kepada tersangka N,” tuturnya kepada wartawan, Minggu (18/6).

Sumber: CNNIndonesia.com

Berita Terkini

Haba Nanggroe