Kapolda Aceh Bantu1000 Paket untuk Korban Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON | ACEHHERALD.com- Banjir yang melanda Aceh Utara, Aceh Timur, dan Bener Meriah dalam sepekan terakhir telah menyebabkan sejumlah penduduk di pedalaman Aceh kehilangan mata pencahariannya, rumahnya mengalami kerusakan, dan bahkan ada yang terkurung akibat jalan ke desa-desa mereka terputus. Untuk meringankan beban penderitaan warga terimbas banjir, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, MM, … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Kapolda Aceh Irjen Achmad Haydar menyerahkan sejumlah paket bantuan kepada masyarakat pedalaman Aceh Utara yang terdampak banjir, Selasa (4/1/2021).

LHOKSUKON | ACEHHERALD.com-

Banjir yang melanda Aceh Utara, Aceh Timur, dan Bener Meriah dalam sepekan terakhir telah menyebabkan sejumlah penduduk di pedalaman Aceh kehilangan mata pencahariannya, rumahnya mengalami kerusakan, dan bahkan ada yang terkurung akibat jalan ke desa-desa mereka terputus.

Untuk meringankan beban penderitaan warga terimbas banjir, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, MM, Selasa (4/1/2022) terjun langsung ke lokasi guna memberikan bantuan berupa sembako.

Kapolda Aceh Irjen Achmad Haydar saat menuju lokasi banjir di Aceh Utara, Selasa (4/1/2022)

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy,  menyebutkan selama berada di Aceh Utara Kapolda Acehmad Haydar meninjau tiga lokasi, yaitu posko penanganan banjir Gampong Paya Beurandang Kecamatan Tanah Luas, dapur umum Polres Aceh Utara di Desa Geumata Kecamatan Lhoksukon, dan posko penanganan banjir Satlantas di Cot Girek Kecamatan Lhoksukon.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda menyerahkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir. Keseluruhannya ada 1000 sak beras, ditambah dengan telur, minyak goreng dan makanan lainnya.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polda Aceh untuk masyarakat yang sedang ditimpa musibah banjir,” sebutnya.

Nantinya, kata Winardy, bantuan berupa sembako tersebut akan diteruskan oleh personel di lapangan untuk disalurkan ke pelosok-pelosok yang terdampak banjir.

Sebelumnya, tambah Winardy, Polda Aceh juga sudah mengerahkan personel dari Brimob dan Samapta untuk membantu mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir.

Di lapangan, personel juga sudah mendirikan dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi korban banjir.

“Personel sudah diturunkan ke lapangan. Ada yang membantu mengevakuasi dan ada yang mendirikan dapur lapangan untuk menyiapkan stok makanan,” kata Winardy.

Sementara itu untuk korban terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur, penyerahan bantuan dari Kapolda diserahkan oleh Wadansat Brimob AKBP Dr. Beridiansyah, MH berupa beras sebanyak 1000 sak, mie instan 200 kotak, telur, dan minyak goreng.

Baca Juga:  Kapolda Bersama Habib Tinjau Vaksinasi di LPMP Aceh

Lokasi yang sudah disalurkan adalah Gampong Alur Gadeng, Gampong Bukit Seuleumak, Gampong Bayeun Titi, Gampong Aramiah, dan kepada 300 KK yang di tampung di Meunasah Mako Kompi Brimob Langsa.

Namun, ada empat lokasi yang belum bisa disalurkan hari ini lantaran akses jalan terputus dan cuma bisa dilewati kendaraan roda dua, yaitu Gampong Paya Bili Satu, Paya Bili Dua, Gampong Alue Sentang, dan Gampong Blang Geudong Kecamatan Birem Bayeun. Penyaluran bantuan untuk keempat gampong tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/1/2022).

Gelar RS Lapangan untuk Pengungsi Banjir

Di samping menyerahkan bantuan dalam bentuk makanan, Polda Aceh juga menggelar Bakti Sosial Kesehatan dengan membuka rumah sakit lapangan kepada pengungsi korban banjir yang bertempat di Jalan Medan – Banda Aceh, Desa Tutong Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar nerdialog dengan warga terdampak banjir saat meninjau RS Lapangan di Aceh Utara, Selasa (4/1/2022)

Bakti kesehatan yang dilaksanakan Biddokkes Polda Aceh, Tim Nakes BKO Pusdokkes Polri, dan Urkes Polres Aceh Utara tersebut sedikitnya telah melayani 350 pengungsi banjir yang mengalami berbagai penyakit.

Selama beroperasi rumah sakit lapangan, keluhan terbanyak yang didapati petugas medis adalah penyakit kulit, demam, batuk pilek, nyeri lambung, pusing sakit kepala, dan sulit tidur.

“Rumah sakit lapangan ini digelar untuk memudahkan korban terdampak banjir mendapat pelayanan kesehatan,” sebut Winardy.

Ia mengatakan, rumah sakit tersebut akan digelar sampai lima hari ke depan, menunggu airnya surut, dan para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing.

Berita Terkini

Haba Nanggroe