RUANG Aula Gedung Dekranas Aceh Besar menjadi saksi dari sakralitas ritual tepungtawar (peusijuek) sebuah permohonan restu, dukungan dan doa dari figur figur yang selama ini telah dianggap sebagai suluh umat. Prosesi yang makin kental nilai sakralnya, ketika puluhan ulama yang selama ini menjadi pencerah umat di Aceh Besar menjadi saksi atas sebuah prosesi restu itu.
Adalah seorang anak muda yang dengan izin Allah dipercaya mengemban amanah sebagai Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar di usia 41 tahun. Dialah Muhammad Iswanto SSTP MM yang bulan silam dilantik menjadi Pj Bupati Aceh Besar, oleh Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki.

Terasa ada aura terang benderang, saat puluhan ulama di Aceh Besar, berhimpun di Gedung Dekranas, Aceh Besar, Sabtu (13/08/2022) hari ini. Mulai dari yang sepuh hingga ulama muda namun berpengaruh besar seperti Ustad H Masrul Aidi LC.
Yang membuat hati makin simpati, mereka ada yang datang dengan dipapah di atas kursi roda atau perlengkapan sejenis. Sebuah kedatangan yang menyiratkan ketulusan dan harapan. Kedatangan yang menjadi bukti sebuah dukungan untuk terwujudnya pemerintahan yang islami di Aceh Besar. Tak dapat dipungkiri jika berhimpunnya ulama di Gedung Dekranas membuat sensasi kesejukan tersendiri di tengah teriknya cuaca hari ini.
Gestur tulus para teungku dan abu itu terlihat saat melakukan ritual peusijuek kepada Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto. Mulai dari Pimpinan Dayah Ulee Titi Abu H Atthailah Ishak Al Amiry, dilanjutkan oleh Pimpinan Dayah Ruhul Fata Seulimuem Tgk Husaini A Wahab (Waled) yang juga mantan Wabup Aceh Besar, hingga Abu Cot Puklat yang duduk di atas kursi karena faktor kesehatan.

Ketiga pilar ulama di Aceh Besar itu hadir semata mata dilandasi rasa ikhlas untuk memberi dukungan serta mewanti wanti agar Pj Bupati Aceh Besar benar benar bekerja untuk rakyat. Dan dengan sepenuh hati pula, Muhammad Iswanto menjawab lewat gestur takzim yang luar biasa. Ya…takzim seorang anak muda kepada figur pencerah serta takzim seorang umara kepada ulama yang menjadi tempat bertanya atas semua sengkarut saat menjadi kepala daerah. Kita melihat bukan sekadar prosesi peusijuek, tapi lebih dari itu, gestur tentang sebuah dukungan tanpa reserve dari ulama se Aceh Besar untuk Pj Bupati Iswanto serta segenap perangkatnya.