islamistablog.pl
krasnoselkup.ru
lynnchase.com
randommization.com

Hari Kedua Larangan Mudik, 124 Kendaraan Disuruh Putar Balik

Tim gabungan bertugas di perbatasan Aceh-Sumut sedang memeriksa sebuah kendaraan pribadi yang melintas menuju Aceh, di kawasan Aceh Tamiang.

  • Bus tak ada yang melintas

BANDA ACEH l ACEH HERALD

PETUGAS gabungan Polri, TNI, Dinas Perhubungan Aceh, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan, Jumat (7/5/2021) bertugas di perbatasan Aceh Sumut melakukan penyekatan kendaraan baik yang masuk maupun keluar di perbatasan Tanah Rencong.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan hal tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021, mulai tanggal 6 Mei 2021 masyarakat dilarang mudik untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan Covid-19 pasca lebaran.

Petugas Polantas didukung petugas Dinas Perhubungan sedang berbicara dengan seorang sopir pengemudi mobil pribadi di pos perbatasan.

Permenhub itu kemudian diperkuat dengan keluarnya Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Bulan Ramadhan.

“Penyekatan tersebut dilakukan di pos-pos perbatasan seperti, Aceh Tamiang, Aceh Singkil, Subulussalam, dan Aceh Tenggara,” kata Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Dicky Sondani, yang didampingi Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Jumat (7/5/2021) malam.

Lebih lanjut Dicky Sondani menjelaskan, di hari kedua diberlakukannya larangan mudik tersebut, petugas sudah melakukan putar balik kendaraan sebanyak 124 unit.

“Kendaraan pribadi lebih mendomiasi yang disuruh putar balik, yaitu 49 unit mobil pribadi dan 51 sepeda motor. Selanjutnya untuk kendaraan travel 24 unit, sedangkan bus umum hingga malam tidak ada yang melintas,” rinci Dicky.

Selain itu, kata Dicky, petugas di lapangan juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak nekat untuk melakukan mudik, karena setiap perbatasan sudah dijaga ketat oleh petugas.

“Semoga seluruh lapisan masyarakat mengerti akan kondisi ini dan tidak nekat untuk mudik. Bagaimanapun kita harus menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi,” pungkas Dicky.(*)

Baca Juga:  Makin Kuat, Keputusan Pemerintah Larangan Mudik?
aspnet-ci-unesco.org
centercem.ru
dichrotech.com
freelancehunt.ru
ideapaintingcompany.com
aspnet-ci-unesco.org
centercem.ru
dichrotech.com
freelancehunt.ru
ideapaintingcompany.com
>