
BANDA ACEH I ACEHHERALD.com
Empat jenis barang kebutuhan pokok, beras, minyak goreng, tepung terigu, dan telur ayam menjadi komoditas utama Pasar Murah yang digelar Pemerintah Aceh mulai Rabu (13/5/2020) di 92 titik yang tersebar di 23 kabupaten/kota cukup laris. Para pembeli bahkan sebelum pasar itu dibuka.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Muslim Yakob mengatakan gelaran pasar Murah yang dibuka Ketua PKK Aceh, Dr Dyah Erti Idawati MT mendapat perhatian serius dari masyarakat Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.
Hal itu terlihat dari dialog yang dilakukan Bu Dyah dengan sejumlah masyarakat yang mengaku sudah antre di arena Pasar Murah sebelum pukul 08.00 WIB. “Kami datang memang lebih awal. Sebelum jam 08.00, kami sudah disini. Dan alhamdulillah kami bisa membeli barang-barang kebutuhan pokok bersubsidi di sini,” kata seorang ibu rumah tangga saat berdialog dengan Ketua PKK Aceh.
Sebagai penanggung jawab pelaksanaan Pasar Murah di seluruh Aceh, Plt Kadis Perindag Aceh, Muslim Yakob mengaku puas atas pelaksanaan Pasar Murah di Peukan Bada. Selain antusias masyarakatnya yang luar biasa untuk mendapatkan barang kebutuhan pokok yang dijual dengan harga khusus itu, juga panitia lokal lengkap dengan protokol kesehatan, pembeli yang tak menggunakan masker diberi masker.
Mereka juga menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. sehingga, warga yang ingin membeli barang sebelum mendapatkan kupon, diharuskan mencuci tangan lebih dulu dan harus menggunakan masker. Di samping itu, aturan jaga jarak (fisical distancing) juga berjalan bagus.
Dikatakan, gelaran Pasar Murah Pemerintah Aceh ini, Dinas Perindag Aceh menggandeng Devre Bulog Aceh yang dinilai sangat berpengalaman dalam pengadaan dan pendistribusian bahan-bahan kebutuhan pokok tersebut.

Untuk pengadaan kebutuhan Pasar Murah di Peukan Bada, Aceh Besar, terlihat satu unit truk berisi empat bahan pokok stanby di halaman masjid Peukan Bada sejak pagi. Dalam truk itu, terlihat sejumlah beras berlogo Beraskita, minyak makan merek Sunco, tepung terigu, dan telur ayam.
Harga barang-barang yang harus ditebus di Pasar Murah memang jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga di pasar pada hari ini, Rabu (13/5/2020). Harga beras premium saat ini di pasar Banda Aceh dan sekitarnya tercatat Rp 115.000 per 1o Kg. Sedangkan harga tebus masyarakat beras premium itu hanya Rp 85.000. “Ini artinya, Pemerintah Aceh sudah memberikan subsidi untuk beras tersebut sebesar Rp 3 ribu per kg atau Rp 30 per karung ukuran 10 kg.
Hal yang sama juga berlaku untuk minyak goreng, tepung terigu, dan telur ayam, Khusus untuk minyak goreng dan tepung terigu subsidinya Rp 3000. Tapi, untuk telur subsidi Rp 7500 per papan atau Rp 250 per butir.
Dikatakan, kecuali jenis barang yang sama, harga yang dijual di Pasar Murah di seluruh Aceh juga sama dengan yang dilakukan di Peukan Bada atau Kota Banda Aceh.
Dalam laporannya, Muslim Yakob mengharapkan dengan gelaran pasar murah yang dilaksanakan serentak 13 – 16 Mei 2020, harga-harga yang melonjak sejak Januari 2020 bisa normal kembali.
Gula yang sempat naik pada harga tertinggi Rp 25 ribu per kilo, dengan adanya Pasar Murah diharapkan harganya bisa turun pada harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500 per kg. “Kita berharap harga paling Rp 13.000 atau Rp 500 di atas harga HET,” ujar Plt Kadis Perindag Aceh.