
BANDA ACEH | ACEH HERALD.com–
Aceh memiliki gunung tinggi yang menjulang dan sejumlah lembah yang bisa dimanfaatkan sebagai salah obyek wisata menarik dan penuh tantangan bagi wisatawan minat khusus, baik turis nusantara atau wisatawan manca negara.
Namun, sayangnya bentuk alam, gunung tinggi yang menjulang dan lembah yang curam yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Rencong belum terpromosikan dengan baik. Untuk mempromosikan wisata alam nan penuh tantangan itu. Aceh masih perlu mendidik guide berkeahlian khusus.
Karena itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwsata (Disbudpar) Aceh menggelar kegiatan capacity building untuk 15 orang pemandu wisata adventure Aceh yang siap untuk meng-guide para turis ke Aceh. Disbudpar mengirimkan 15 pemuda untuk belajar ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Jawa Barat.
Kegiatan yang dikemas dengan tema ‘Benchmark Pemandu Wisata’, Pemerintah Aceh mengharapkan mereka ke depan mampu menjadi tenaga pemandu yang siap untuk mengantarkan wisatawan manca negara menjelajah gunung-gunung dan lembah yang berada di kawasan Gunung Leuser, Kabupaten Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Pelatihan guide adventure itu, juga diikuti oleh pemandu wisata asal Kota Sabang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin M.Si menyebutkan kegiatan dan pelatihan guide adventure tersebut dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 23-26 Maret 2022 dengan jumlah peserta 15 orang.

Menurut Jamaluddin, peserta yang dikirim ke Jawa Barat itu adalah mereka yang sudah pernah mengikuti pelatiahn serupa pada tahun sebelumnya. “Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pada pelatihan dasar pemandu wisata adventure pada tahun sebelumnya,” tegasnya.
Pelatihan bagi pemandu wisata tersebut, menurut Jamaluddin sangat penting bagi tim pendukung wisata adventure. Di samping mereka bisa menyelamatkan diri dalam memandu, yang terpenting bagi ada bisa menyelamatkan peserta tour adventure yang dipandunya.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan sebuah pemahaman baru bagi para pemandu dalam menyusun paket-paket trip pendakian. Sehingga kepuasan dan keselamatan para wisatawan yang berwisata ke dapat ditingkatkan,” kata Jamaluddin, Senin, 28 Maret 2022.
Menurutnya, kegiatan itu penting dilakukan guna membuka akses wisata petualangan atau pendakian yang ada di Gayo Lues, Bener Meriah, Sabang dan Aceh Tengah.
Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian khusus, terlatih dan bersertifikasi, supaya nantinya dapat menjadi faktor terselenggaranya pariwisata petualangan yang berkualitas, serta tata kelola pariwisata petualangan yang berstandar dunia.
Dikatakan, pengembangan pariwisata petualangan ke depan berpotensi besar dalam mendongkrak pertumbuhan pariwisata, baik dari sisi jumlah objek pariwisata maupun dari sisi jumlah kunjungannya.

Dengan adanya Benchmark Pemandu Wisata Adventure ini, lanjut Jamaluddin, akan mempertemukan para pemandu wisata adventure dari tiga daerah yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Sabang.
Diharapkan, selama mengikuti Benchmark Pemandu Wisata Adventure ini mereka bisa saling bertukar pengalaman dan dapat meningkatnya kualitas peran dan kontribusi pemandu wisata adventure dalam mendukung pembangunan kepariwisataan di daerahnya masing-masing.
“Mereka juga diharapkan bisa mengembangkan kepariwisataan di daerah masing-masing hingga berperan sebagai garda terdepan dalam mempengaruhi citra pariwisata yang positif bagi penikmat wisata adventure,” ucapnya.
Kegiatan ini juga dapat memberikan referensi pada para pemandu wisata adventure untuk mengembangkan story telling destinasi pariwisata di Aceh. Kemudian, melalui perjalanan wisata berbasis edukasi dengan mengunjungi objek-objek wisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan.
“Dari pelaksanaan kegiatan benchmark pemandu wisata adventure ini tidak lepas dari perwujudan terlaksananya fungsi dasar pelatihan berbasis kompetensi bidang homestay dan pemandu wisata (tour guide) tingkat lanjutan,” pungkasnya. (adv)