Yusnita Fitriadi, Putra Abdya Bertarung di Pilkada Singkawang Kalimantan Barat

BLANGPIDIE I ACEH HERALD.com-Sejumlah putra-putri asal dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), diketahui meniti karir di luar daerah, baik di pemerintahan maupun di kancah politik. Beberapa diantara mereka sukses meraih puncak karir  sehingga menjadi sosok  membanggakan bagi daerah asal.

Sebut saja, Ir. H. Yusnita Fitriadi, ternyata ikut bertarung di Pilkada 2024 di daerah nun jauh di sana, Indonesia Bagian Tengah,  yaitu sebagai Calon Wakil Wali Kota (Cawawako) Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Putra asal Desa/Gampong Sikabu, Kecamatan Kuala Batee, ini mendampingi Andi Sarif sebagai Calon Wali Kota Singkawang.

Dikutip dari sumber-sumber, Pilkada Kota Singkawang tahun 2024 diikuti tiga pasangan calon (paslon) yang ditetapkan KPU setempat. Paslon Andi Sarif dan Yusnita Fitriadi mendapat nomor urut 03 dalam pengundian nomor urut yang dilaksanakan KPU Kota Singkawang. Sedangkan paslon nomor urut 01, Abdul Muthalib-Irwan, dan paslon nomor urut 02 adalah  Tjhai Chui Mie-Muhammadin.

Ir. H. Yusnita Fitriadi lahir di Desa/Gampong Sikabu, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya (dulu, Kabupaten Aceh Selatan) pada 25 Mei 1963. Sulung dari tiga bersaudara dari ayah almarhum Biyana Kamal, salah seorang tokoh pendiri Kabupaten Abdya, dan semasa hidupnya pernah berkiprah sebagai Anggota DPRD Aceh Selatan.

Lalu, bagaimana ceritanya sehingga Yusnita Fitriadi meniti karir di Kota Singkawang sampai kemudian maju dalam kontestasi Pilkada serentak nasional tahun 2024, yaitu  sebagai Calon Wakil Wali Kota berpasangan dengan Andi Syarif sebagai Calon Wali Kota.

Keterangan diperoleh Aceh Herald.com dari Muslim Abdya Kamal, tidak lain adik kandung Yusnita Fitriadi, bahwa abangnya itu setelah menamatkan SD Negeri 1 Sikabu tahun 1976 dan SMP Negeri 1 Blangpidie tahun 1980,  melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 3 Banda Aceh yang berada di ibukota Provinsi Aceh.  “Saya masih ingat, ketika abang ke Banda Aceh untuk melanjutkan sekolah jenjang SMA, beliau menumpang dengan duduk di atas truk yang mengangkut kacang tanah,” kata Muslim, mengenang masa lalu.

Baca Juga:  Nova Minta Musrenbang Melahirkan Program Berkualitas untuk Aceh

Lulus  SMA Negeri Banda Aceh tahun 1983, Yusnita Fitriadi melanjutkan pendidikan di Fakultas Pertanian pada Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh lulus Sarjana (S1) pada tahun 1991.

Setelah meraih sarjana, Yusnita Fitriadi sempat pulang ke Sikabu, Kuala Batee, kemudian beberapa waktu sempat bolak balik antara kampung halaman-Banda Aceh. Sekitar tahun 1993 merantau ke Jakarta, malah berencana keliling Indonesia. Uniknya, ketika merantau  tidak membawa ijazah  kesarjanaan yang sudah disandang. “Sekitar tiga bulan bekerja serabutan di ibokota negara, kemudian  mampu membeli tiket, abang pun berencana berangkat ke Papua, tapi entah bagaimana ‘tersangkut’ di Singkawang,” kata Muslim Abya Kamal sambil tersenyum.

Tak lama kemudian, Yusnita Fitriadi diketahui mengabdi di sebuah sekolah, yaitu SMK-SPP yang lokasinya di daerah terpencil Kota Singkawang.

Sepertinya sudah ditakdirkan kalau Kota Singkawang menjadi kampung halaman kedua bagi Yusnita Fitriadi. Sekitar satu tahun mengabdi di sekolah pertanian tersebut, ia mencoba peruntungan nasib mengikuti seleksi CPNS di sana, dan Alhamdulillah, lulus. “Ketika itu, asli ijazah sarjana masih di Fakultas Pertanian di Banda Aceh. Beliaupun meminta saya via telegram untuk mengambil ijazah, untuk segera dikirim ke sana (ke Singkawang),” ungkap Muslim.

Awal bertugas sebagai CPNS, Yusnita Fitriadi ditempatkan di Dinas Pertanian Kota Singkawang. Ia pun, kemudian mempersunting gadis Singkawang. Sementara karir PNS semakin bersinar, malahan Yusnita Fitriadi mendapat kepercayaan menempat jabatan  Kepala Dinas Pertanian Kota Singkawang.

Yusnita Fitriadi memiliki latar belakang kuat di bidang pertanian dan pembangunan, itu sebelum pensiun dari PNS pada bulan Mei 2023 lalu, jabatan terakhir beliau adalah Kepala Bappeda Kota Singkawang. Setelah pensiun, sempat pulang ke Sikabu, Kuala Batee, Abdya. “Sekitar tiga bulan di kampung, banyak kelega beliau menelpon yang meminta segera balik ke Kota Singkawang. Lalu, kami mendapat kabar kalau beliaun ikut Pilkada Kota Singkawang sebagai Calon Wakil Wali Kota, mendampingi Andi Sarif sebagai Calon Wali Kota.

Baca Juga:  Rem Blong Truk CPO Terjun ke Jurang Gunung Paro, Sopir Tewas Kernet Melompat Saat Truk Terjun

Paslon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Singkawang, Andi Sarif dan Yusnita Fitriadi, dalam kontestasi Pilkada 2024 ini diusung Partai Golkar bersama beberapa partai lainnya.

Sementara itu dikutip dari berbagai sumber kalau Calon Wali Kota Singkawang, Andi Syarif, lahir di Singkawang pada 4 Juni 1974. Andi menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Brawijaya dengan gelar Sarjana Teknik Sipil pada tahun 1998.

Andi melanjutkan studi S2 di Universitas Tanjungpura Pontianak dengan program studi Teknik Sipil, serta menuntaskan S2 Magister Pertahanan di Universitas Pertahanan Jakarta pada 2014. Andi Syarif juga meraih gelar doktor di bidang Ilmu Pemerintahan dari IPDN Jakarta pada 2022.

Sebelum terjun ke dunia politik, Andi Syarif dikenal sebagai seorang pengusaha. Dirinya pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Dharma Group, yang bergerak di sektor BBM dan retail gas dengan cabang di Singkawang, Sambas, Malang, dan Jakarta.

Sekadar diketahui bahwa penduduk Kota Singkawang beragam. Menurut keterangan sekitar 40 persen penduduknya merupakan warga keturunan Tionghoa, 60 persen selebihnya didominasi warga keturunan Dayak dan Melayu.

Lalu, apakah putra asal Abdya, Ir. H. Yusnita Fitriadi mampu tampil sebagai salah seorang pemimpin Kota Singkawang, tentu kita tunggu saja hasil pemungutan suara pemilihan calon wali kota dan calon wakil wali kota yang dilaksanakan serentak pada Rabu, 27 November 2024, hari ini.(*)

Penulis : Zainun Yusuf (Abdya)