Warkop di Lhokseumawe Terapkan Jaga Jarak

  LHOKSEUMAWE │ ACEH HERALD Masih bisa menikmati secangkir kopi sangat bahagia. Itulah yang terlihat di Kota Lhokseumawe pada Sabtu (25/4/2020). Sejumlah warung kopi di Kota Lhokseumawe tetap buka. Namun, pemilik warung menerapkan sistem jaga jarak kepada pengunjung. Meski ramai, pengujung tak dibolehkan duduk berdekatan. Aceh Herald mencoba memantau langsung beberapa warung kopi dan café … Read more

SUASANA di kedai kopi kota Lhokseumawe. Pengunjung tetap jaga jarak dan memakai masker. FOTO : YUSWARDI MUSTAFA

Iklan Baris

Lensa Warga

SUASANA di kedai kopi kota Lhokseumawe. Pengunjung tetap jaga jarak dan memakai masker.
FOTO : YUSWARDI MUSTAFA

 

LHOKSEUMAWE │ ACEH HERALD

Masih bisa menikmati secangkir kopi sangat bahagia. Itulah yang terlihat di Kota Lhokseumawe pada Sabtu (25/4/2020). Sejumlah warung kopi di Kota Lhokseumawe tetap buka. Namun, pemilik warung menerapkan sistem jaga jarak kepada pengunjung. Meski ramai, pengujung tak dibolehkan duduk berdekatan.

Aceh Herald mencoba memantau langsung beberapa warung kopi dan café yang berada di Kota Lhokseumawe. Dari beberapa tempat terlihat para pengunjung masih tetap menikmati secangkir kopi atau minuman lainnya dengan santai di warung.

Namun, ada pemandangan tak seperti biasanya yang terlihat di beberaia gerai kopi. Para pengunjung tidak duduk bergerombol dalam jumlah yang banyak. Mereka tetap menjaga jarak. Bahkan, tetapo mengenakan masker.

Hal ini berbeda jauh dengan kondisi biasanya. Masyarakat yang biasa datang bersama teman maupun kolega, duduk berkerumun dalam satu meja. Bahkan, ada yang berdesak serta rapat-rapat untuk membicarakan berbagai isu.

Kini, para pengunjung warung kopi tetap ada. Namun, mereka tetap menikmati kopi dengan terapan jaga jarak. Bahkan, para pengujung café juga terlihat patuh dengan mengenakan masker.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan daerah lainnya. Di Banda Aceh, misalnya, di bheberapa gerai kopi pengunjung tetap duduk berdekatan. Bahkan, para pengunjung yang lalai dengan telepon pintar masing-masing, tetap duduk berdekatan meskipun membisu.

Mengantisipasi ini, Pemerintah Kota Langsa bahkan memberlakukan jam malam. Sejumlah café dan gerai kopi dipaksa tutup lebih awal, yakni pukul 22.00 WIB. Tujuannya, untuk memutus mata rantai corona lantaran banyak warga yang tidak patuh.(*)

PENULIS : YUSWARDI MUSTAFA

Baca Juga:  Ini Dia Daftar Paslon Kepala Daerah di Seluruh Aceh

Berita Terkini

Haba Nanggroe