
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
JAKARTA | ACEH HERALD
PESAWAT Sriwijaya Air SJY-182 yang jatuh di laut kepulauan seribu, ternyata sudah berusia 26 tahun 7 bulan. Pesawat yang dibuat di Renton, Amerika Serikat, pesawat itu pertama kali mengudara pada 13 Mei 1994, dan telah melayani dua maskapai penerbangan di AS sebelum dibeli Sriwijaja Air.
Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJY 182 itu diketahui take off dari Bandara Soetta dari Jakarta menuju Pontianak sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian, pesawat itu terakhir kontak pada pukul 14.40 WIB.
Lewat situs pemantau penerbangan FlightRadar24, pesawat itu juga diketahui lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.36 WIB.
Junaedi menyebut menerima informasi itu sekitar pukul 14.30 WIB. Juanedi mengatakan pesawat tersebut jatuh dan meledak.
“Iya katanya ada (pesawat jatuh) tadi jam 14.30 WIB. Mungkin saat ini sedang ada pencarian. Infonya ada (pesawat) yang jatuh, meledak di Pulau Laki,” ujar Junaedi kepada detikcom.
Dilansir detikTravel dari situs Planespotter, ternyata pesawat Sriwijaya Air dengan nomor body PK-CLC itu punya sejarah panjang. Dibuat di Renton, Amerika Serikat, pesawat itu pertama kali mengudara pada 13 Mei 1994.
Di tangan penyewa pertama maskapai Continental Air Lines, pesawat itu digunakan hingga pertengahan tahun 2010 sebelum berpindah lagi ke tangan maskapai United Airlines. Efektif, pesawat itu digunakan selama 16 tahun oleh Continental Air Lines.
Kemudian, maskapai United Airlines menyewa pesawat bekas Continental Air Lines itu selama dua tahun saja sebelum dibeli oleh Sriwijaya Air pada 15 Mei 2012.
Di tangan Sriwijaya Air, pesawat itu telah digunakan selama sekitar 9 tahun kurang empat bulan. Malang, pesawat itu jatuh dalam penerbangannya dari Bandara Soekarno-Hatta ke Pontianak sore tadi.
Hingga kini, pihak berwajib masih mencari tahu perihal sebab jatuhnya pesawat yang sudah berumur 26 tahun itu di Kepulauan Seribu. Semoga keluarga dari korban tragedi pesawat Sriwijaya Air yang ditinggalkan diberi ketabahan di tengah situasi sulit seperti sekarang.(*)
PENULIS : M NASIR YUSUF




















