Sriwijaya Air yang Jatuh Ternyata Sudah Berusia 26 Tahun 7 Bulan

[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″] JAKARTA | ACEH HERALD PESAWAT Sriwijaya Air SJY-182 yang jatuh di laut kepulauan seribu, ternyata sudah berusia 26 tahun 7 bulan. Pesawat yang dibuat di Renton, Amerika Serikat, pesawat itu pertama kali mengudara pada 13 Mei 1994, dan telah melayani dua maskapai penerbangan di AS sebelum dibeli Sriwijaja Air. Sejumlah spekulasi … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Captain Afwan Pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang dikenal sebagai pribadi baik, identik gunakan peci putih hingga suka berbagi dengan rekan kerja lainnya.

[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]

JAKARTA | ACEH HERALD

PESAWAT Sriwijaya Air SJY-182 yang jatuh di laut kepulauan seribu, ternyata sudah berusia 26 tahun 7 bulan. Pesawat yang dibuat di Renton, Amerika Serikat, pesawat itu pertama kali mengudara pada 13 Mei 1994, dan telah melayani dua maskapai penerbangan di AS sebelum dibeli Sriwijaja Air.

Sejumlah spekulasi bermunculan mengenai jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY-182 rute CKG – Pontianak. Ditelusuri, pesawat ini merupakan bekas 2 maskapai AS. Pada penerbangan terakhirnya, Captain Afwan tak sampai mengantar pesawat dengan tujuan Pontianak itu sampai ke Bandara Soepadio. Captain Afwan bersama awak pesawat dan penumpang berakhir penerbangannya di laut kepualauan Seribu, Jakarta.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJY 182 itu diketahui take off dari Bandara Soetta dari Jakarta menuju Pontianak sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian, pesawat itu terakhir kontak pada pukul 14.40 WIB.

Lewat situs pemantau penerbangan FlightRadar24, pesawat itu juga diketahui lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.36 WIB.

Namun, saat ini status penerbangan Sriwijaya Air SJY-182 di situs FlightRadar34 tertulis ‘Unknown’. Tidak ada keterangan soal waktu mendarat. Kabar duka pun muncul, ketika Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengatakan ada pesawat jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Junaedi menyebut menerima informasi itu sekitar pukul 14.30 WIB. Juanedi mengatakan pesawat tersebut jatuh dan meledak.

“Iya katanya ada (pesawat jatuh) tadi jam 14.30 WIB. Mungkin saat ini sedang ada pencarian. Infonya ada (pesawat) yang jatuh, meledak di Pulau Laki,” ujar Junaedi kepada detikcom.

Dilansir detikTravel  dari situs Planespotter, ternyata pesawat Sriwijaya Air dengan nomor body PK-CLC itu punya sejarah panjang. Dibuat di Renton, Amerika Serikat, pesawat itu pertama kali mengudara pada 13 Mei 1994.

Secara umur, pesawat Sriwijaya Air yang jatuh itu sudah menginjak 26 tahun dan 7 bulan. Pertama kali terbang, maskapai yang mengadopsinya adalah Continental Air Lines pada 31 Mei 1994.

Di tangan penyewa pertama maskapai Continental Air Lines, pesawat itu digunakan hingga pertengahan tahun 2010 sebelum berpindah lagi ke tangan maskapai United Airlines. Efektif, pesawat itu digunakan selama 16 tahun oleh Continental Air Lines.

Baca Juga:  Sriwijaya Air Terjun Bebas di Perairan Pulau Laki, Nelayan Dengar Dua Ledakan di Bawah Laut

Kemudian, maskapai United Airlines menyewa pesawat bekas Continental Air Lines itu selama dua tahun saja sebelum dibeli oleh Sriwijaya Air pada 15 Mei 2012.

Di tangan Sriwijaya Air, pesawat itu telah digunakan selama sekitar 9 tahun kurang empat bulan. Malang, pesawat itu jatuh dalam penerbangannya dari Bandara Soekarno-Hatta ke Pontianak sore tadi.

Hingga kini, pihak berwajib masih mencari tahu perihal sebab jatuhnya pesawat yang sudah berumur 26 tahun itu di Kepulauan Seribu. Semoga keluarga dari korban tragedi pesawat Sriwijaya Air yang ditinggalkan diberi ketabahan di tengah situasi sulit seperti sekarang.(*)

 

PENULIS     :     M NASIR YUSUF

Berita Terkini

Haba Nanggroe