Pon Yaya Pada Pleno Perdana KONI Aceh: Jauhi Hal Hal yang Berkonsekuensi Hukum

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Saiful Bahri atau lazim disapa Pon Yaya, kembali mengingatkan jajaran pengurus KONI Aceh masa bakti 2025-2029, untuk bersikap profesional, serta jauh dari hal hal yang bisa berkonsekuensi hukum, dalam mengayuh biduk organisasi KONI Aceh.

Dalam kaitan menghindari persoalan hukum itu pula, Pon Yaya memutuskan agar pengurus KONI Aceh saat ini membuat rekening sendiri, tanpa tercampur dengan rekening pengurus masa lalu.

Sikap profesional itu telah dimulai ketika penentuan personil pengurus KONI 2025-2029. “Anda bisa cek, tak ada satupun keluarga saya di pengurus, kita harus profesional dan proporsional saja,” kata Pon Yaya, dalam sambutan singkat yang diselingi joke joke segar, pada acara Pleno Perdana pengurus KONI Aceh Periode 2025-2026 di Aula Serbaguna Setda Aceh, Kamis (06/11/2025).

Pon Yaya yang tampil apa adanya, termasuk dengan balutan busana casual sederhana, berbicara dalam Bahasa Aceh pada sambutan tanpa teks itu. Pembicaraan Pon Yaya yang juga anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh serta juga seorang pengusaha sektor pertanian itu mengalir begitu saja. Sesekali memantik tawa renyah peserta rapat yang diikuti pengurus harian lengkap, termasuk Waketum VI Ny Marlina Usman yang juga Ketua PKK Aceh sekaligus isteri Muzakir Manaf, Gubernur Aceh.

Dengan gaya kocak, Pon Yaya bercerita tentang bagaimana tiba tiba HPnya panas luar biasa, sejenak usai Musorprovlub tanggal 10/10/2025 lalu dan ia terpilih menjadi Ketua Umum. “Waktu saya buka tiba tiba ada ratusan foto KTP yang masuk. Rupanya mereka berminat jadi pengurus, dan saya lalu bertekad dalam hati untuk tetap keukeuh bersikap profesional, termasuk melarang anggota keluarga saya masuk pengurus,” kata Pon Yaya disambut aplaus peserta pleno yang mencapai 100 orang lebih.

Bercermin dari fenomena itu, Pon Yaya bergerak cepat dengan tim formatur, tim pemenangan serta beberapa orang tokoh olahraga senior, menentukan personil pengurus, hingga diteken menjadi sah oleh Ketum KONI Pusat Marciano Norman.

Baca Juga:  Mayjen Hafil Kukuhkan Pengprov FERKUSHI Aceh, Tarmizi SP Ketua Umum

Menurut Pon Yaya, hingga kini pengurus baru tak ada uang, karena rekening awai milik pengurus lama. Pon Yaya mencari cara sendiri untuk menalangi dana operasional KONI Aceh saat ini, selagi pembuatan rekening on process. Buktinya, sehari setelah Musorprovlub, pengurus baru bergerak cepat mengirimkan atlet Aceh ke PON Beladiri di Kudus. “Walau dalam kondisi masih apoh apah, kita bisa meraih 1 emas 3 perak dan 9 medali perunggu. Kita juga siapkan bonus untuk mereka,” kata Pon Yaya yang lagi lagi disambut tepuk gemuruh peserta Rapat Pleno perdana itu.

Pembukaan rekening baru itu, untuk menghindari masalah keuangan kelak. “Kita buka rekening baru tanpa irisan dengan rekening lama. Dengan kata lain untuk pengeluaran bulan 10 ke bawah di tahun 2025, kita tak terlibat sama sekali. Walaupun kami terpaksa mencari cara untuk pendanaan kegiatan, karena kita tak ada rekening. Atas pertimbangan, masalah keuangan, kita buka rekening baru tanpa irisan dengan rekening lama. Uang dari bulan sepuluh ke bawah di tahun 2025, kita tak terlibat sama sekali. Mudah mudahan ini awal yang baik untuk melangkah lebih jauh,” tutur Pon Yaya.

Untuk kelancaran operasional termasuk kedisiplinan jajaran pengurus, KONI Aceh periode ini telah menyiapkan aturan main atau rule of the game sebagai sebuah organisasi yang handal, seperti tata tertib yang sesuai dengan AD/ART KONI, yang nantinya akan dibagi kepada jajaran pengurus dalam bentuk buku saku. “Jangan sampai berbenturan dalam format kerja, agar lebih teratur. Namun ingat, utamakan semangat pengabdian, bukan semangat perkalian. Kali kali enak, giliran bagi dah sulit nanti. Ini jangan terjadi,” tandas Pon Yaya disambut tawa peserta rapat.

Baca Juga:  Aceh Tambah 17 Kasus Baru Covid-19, Dua Orang Sembuh

Di bagian lain, Pon Yaya mengingatkan, jajaran pengurus harus saling menghargai, serta terus meningkatkan soliditas, untuk menyukseskan event di depan mata, seperti ajang Pra Pora, serta event lainnya. “Saya hadir untuk membantu seperti semangat awal. Tahun anggaran 2025 kita lakukan pra pora, beri bantuan dan dukungan agar lancar dan sukses serta bebas dari masalah hukum. Sisa anggaran kita kelola bersama, ada bonus atlet serta lainnya. Rancangan untuk itu telahn dibuat oleh pengurus terkait,” ujar Saiful Bahri.

Sementara Sekum KONI Aceh, Akhyar yang mengendalikan Rapat Pleno, sebelumnya telah membacakan Tatib Pengurus KONI. Sementara Alfian selaku Kepala Sekretariat membacakan nama nama pengurus KONI Aceh 2025-2029.

Sesi foto bersama pengurus KONI ACeh, seusai Pleno perdana. Foto Ist

Pelantikan Pengurus 24 Nopember 2025

Akhyar juga merincikasn tentang tanggal pelantikan Pengurus KONI masa bakti 2025-2029 pada tanggal 24 Nopember 2025 atau pada Hari Senin. Akhyar juga menyinggung tentang rencana KONI Aceh menghelat Malam Anugerah KONI Aceh yang didedikasikan untuk para atlet, pelatih hingga mitra KONI Aceh. Termasuk juga jajaran pembina yang selama ini telah mendukung kiptrah dunia olahraga di Aceh. “Kita memberi semacam award atau penghargaan di malam apresiasi yang akan berlangsung Desember penutp tahun 2025,” ujar Akhyar.

Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus KONI Aceh periode baru, antara lain Ketua Umum Saiful Bahri, Ketua Harian Kennedi Husen, SE, Wakil Ketua Umum I (Organisasi) T. Rayuan Sukma, S.Sos, Wakil Ketua Umum II (Binpres) Drs. H. Bachtiar Hasan, M.Pd, Wakil Ketua Umum III (Litbang) Dr. Mansur, M.Kes, Wakil Ketua Umum IV (RENA) Muslim HS, S.AB, Wakil Ketua Umum V (Hubungan Antar Lembaga) Mukhtar Hanafiah, Wakil Ketua Umum VI (Umum) Marlina Usman, serta Sekretaris Umum Ahyar.