| Distanbun Aceh Edukasi Masyarakat Aceh untuk Berkebun
BANDA ACEH | ACEHHERALD.com- Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menyatakan pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Hal iuni dikemukakan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dalam rangkaian Peringatan Hari Perkebunan ke-65 tahun 2022. “Kita berharap ini menjadi momentum bagi kita untuk lebih mendekatkan dan mengedukasi masyarakat dalam sektor perkebunan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah di Banda Aceh, Minggu.
Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela pelepasan peserta jalan lantai dalam rangka Hari Perkebunan di halaman depan Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Kegiatan yang diikuti seratusan peserta tersebut dibuka langsung Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki dengan mengibarkan bendera start.
Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki pada acara tersebut, didampingi Sekretaris Daerah Aceh Bustami, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh Ayu Marzuki dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Mellani Subarni.
Cut Huzaimah menjelaskan untuk meningkatkan minat berkebun masyarakat, pihak Distanbun Aceh juga telah melakukan beragam cara salah satunya yaitu melakukan edukasi agar komoditi perkebunan tidak hanya menghasilkan bahan baku kebutuhan pokok saja, namun juga dapat menghasilkan bahan lainnya yang bernilai tinggi.
“Berbagai sektor sudah kita lakukan pertama kita mengedukasi masyarakat agar komoditi perkebunan tidak hanya menghasilkan bahan baku saja, namun juga bahan lainnya untuk memberikan nilai tambah bagi petani,” katanya.
Pada kesempatan itu, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, melepas seratusan peserta jalan santai dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Perkebunan Ke 65, di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Minggu (11/12/2022).
Penglepasan jalan santai itu ditandai dengan pengibasan bendera oleh Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki yang didampingi Sekretaris Daerah Aceh Bustami Hamzah, Ketua TP PKK Aceh Ayu Marzuki, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Mellani Subarni, dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah.
Adapun rute yang dilalui peserta jalan santai adalah start dari halaman kantor Distanbun unit II menuju jalan T. Nyak Arief, kemudian putar dari depan Masjid Polda Aceh, kembali ke jalan T. Nyak Arief melewati Kantor Gubernur Aceh dan finish di tempat semula.
Selain jalan santai dengan hadiah doorprize, kemeriahan Hari Perkebunan ke 65 juga diwarnai dengan gelaran stand bazar produk UMKM lokal dan pasar tani.
“Alhamdulillah dalam memeriahkan hari perkebunan ini kita berkumpul bersama masyarakat dan keluarga, kita juga mengunjungi stand bazar UMKM lokal dengan berbagai hasil olah makananya dan perkebunan milik masyarakat,” kata Ayu Marzuki, saat mengunjungi bazar UMKM.
Potensi Melimpah
Provinsi Aceh yang memiliki luas wilayah mencapai 5.677.081 hektar memiliki potensi sumberdaya alam yang berlimpah, terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan lainnya seperti sektor kehutanan, peternakan, perikanan, pertambangan, dan sebagainya.

Bicara zona pertanian dan perkebunan, Pemerintah Aceh sebelumnya telah membagi wilayah ini menjadi dua zona, yaitu zona industri wilayah pantai utara dan timur, dan zona pertanian terdiri dari wilayah pantai barat, selatan dan tengah.
Tapi, sayang zona industri yang berada di wilayah utara dan timur, secara perlahan telah berakhir seiring berakhirnya produksi kilang gas Arun di Lhokseumawe dan Aceh Utara, turupnya industri playwood di Langsa, Aceh Timur. Sedangkan zona pertanian dan perkebunan, hingga kini masih terus bertahan.
Bahkan wilayahnya makin melebar mulai dari Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat, Abdya, hingga ke Subulussalam dan Aceh Singkil. Kini bahkan perkebunan sawit yang semula ada di Aceh Tamiang, kini bertambah ke Aceh Timur, Langsa, Aceh Utara, hingga Kabupaten Bireuen.
Sedangkan Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sejak dulu hingga kini mengandalkan produk kopi Arabicanya yang sudah mendunia. Dua kabupaten di Tanah Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah saat ini menyumbang sekitar 40 persen produks kopi Arabica Nasional.
Menurut data statistik yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) ada sejumlah komoditi nasional perkebunan yang dikembangkan rakyat Aceh dalam skala kecil selama ini, di antaranya tanaman pala 25.461 hektar, pinang 44.007 hektar, kapuk/randu1.265 hektar, kemiri 16.290 hektar, sagu 6.364 hektar, aren 2.078 hektar, casseavera 360 hektar, gambir 110 hektar, nilam 1.228 hektar, dan seriwangi 20.625 hektar.
Sedangkan tanaman perkebunan lainnya yang banyak ditanam petani dan pengusaha perkebunan di Tanah Rencong meliputi kelapa sawit dan kopi. (Adv)