MatA : Jangan Ada Pihak Bermain Mata Terkait Ambruknya RSU Regional Aceh Tengah 

TAKENGON I ACEHHERALD – Kordinator LSM anti korupsi Masyarakat Transparansi Aceh (MatA) Alfian kembali angkat bicara terkait runtuhnya bangunan gedung Rumah Sakit Umum Regional Aceh Tengah yang terjadi pada, Jum’at sore, (04/11)  lalu.

Kali ini dengan tegas kordinator lembaga anti korupsi tersebut meminta agar pihak terkait tidak tebang pilih dalam menangani kasus tersebut. “Aparat penegak hukum, baik Kejati Aceh maupun pihak Polda Aceh harus serius menangani kasus runtuhnya bangunan gedung rumah sakit ini, jangan ada memandang siapa,” ujar Alfian kepada Acehherald.com, Senin, (07/11/22).

Alfian beralasan, penanganan kasus ini harus ditangani dengan serius, karena menurutnya ambruknya bangunan ini merupakan suatu barometer terhadap kualitas pengerjaan seluruh bangunan rumah sakit yang sudah menelan biaya ratusan miliar rupiah tersebut.

“Untungnya bangunan itu runtuh sebelum dioperasikan, bisa dibayangkan jika ambruknya bangunan tersebut pada saat ada pasien didalamnya, berapa banyak yang akan menjadi korban nantinya dan perlu diingat, dengan ambruknya bangunan tersebut, maka perlu dilakukan pengecekkan ulang terhadap kelayakan seluruh bangunan yang ada,” ujar Alfian.

Terkait hal ini, lanjutnya, Pj Gubernur Aceh harus segera bertindak cepat, memerintahkan bawahannya untuk melakukan investigasi terkait kelayakan hasil pekerjaan yang sudah terealisasi pada gedung rumah sakit rujukan tersebut. “Ini terkait keselamatan jiwa manusia, khususnya masyarakat Aceh Tengah dan sekitarnya, jika kualitas bangunan seperti ini, nanti akan ada korban jiwa, maka Pemerintah Aceh saat ini harus dimintai pertanggung jawannya, oleh karena itu Pj Gubernur Aceh harus segera dengan cepat menangani masalah ini,” pinta Alfian.

Disinggung terkait adanya isu bahwa ada pihak-pihak elit yang berpengaruh di Aceh dalam pengerjaan proyek tersebut, dengan tegas ia mengatakan, bahwa pihaknya berharap kepada semua elemen penegak hukum yang menangani kasus ini agar menanganinya dengan secara profesional, mengingat ini berkaitan dengan fungsi dan kegunaan rumah sakit tersebut yang tentu saja berkaitan dengan masyarakat banyak.

Baca Juga:  Selang Satu Hari, Sijago Merah Kembali Ludeskan Dua Rumah Warga Bener Meriah

“Kita meminta agar tidak ada pihak yang bermain-main dalam penanganan kasus ini dan siapapun yang terlibat dalam kasus ini harus dimintai pertanggung jawabannya, jangan ada azas tebang pilih dan memandang siapa dalam kasus ini, harus diusut tuntas mulai dari perencanaan, Pokja, PPTK hingga ke Kontraktornya,” pungkas putra kelahiran Samalanga 41 tahun silam ini.

 

Robby